Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Kebakaran hebat melanda toko sembako Sabar Indah di Komplek HBC, Sungai Harapan, Sekupang, Senin (17/11) sekitar pukul 12.45 WIB, menghanguskan tiga lantai bangunan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Api pertama kali terlihat muncul dari lantai tiga yang digunakan sebagai gudang penyimpanan sembako dan material plastik. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke lantai dua dan lantai empat, membuat para karyawan berlarian menyelamatkan diri. Warga sekitar yang melihat kepulan asap turut memenuhi kawasan pertokoan untuk menyaksikan proses pemadaman.
Melihat api yang terus membesar, Polsek Sekupang langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Enam unit mobil damkar dari BP Batam dan Pemko Batam diterjunkan untuk menaklukkan si jago merah.
“Api sudah membesar saat petugas datang. Titik awalnya dari lantai tiga, lalu menjalar turun ke lantai dua,” ujar Diwan, salah satu warga di lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas pemadam langsung melakukan penyiraman intensif dari berbagai sisi. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat merembet hingga ke lantai dasar.
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Untuk kerugian material masih didata pemilik ruko. Dari keterangan awal, api terlihat pertama dari lantai tiga yang dijadikan gudang sembako dan berisi banyak plastik,” ujarnya. Ia menegaskan seluruh karyawan telah diperiksa dan tidak ada yang mengalami luka.
Sementara itu, petugas damkar menjelaskan cepatnya penyebaran api disebabkan banyaknya bahan mudah terbakar seperti sabun cair dan plastik di gudang tersebut. Namun, sabun cair yang meleleh saat terbakar justru mempermudah pemadaman.
“Kami siram dari luar bangunan dan api cepat padam,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih berlangsung. Area ruko telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO