Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) serta Badan Pengaturan BUMN untuk menyiapkan mekanisme penyaluran kredit perumahan di sektor perbankan.
Instruksi itu muncul seiring rencana pemerintah mempercepat penyaluran pembiayaan perumahan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Airlangga selepas memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kantornya, Senin (17/11).
“Kredit Program Perumahan (KPP) akan terus didorong pelaksanaannya, karena program ini baru berjalan dua bulan. Kami meminta kesiapan perbankan untuk memperluas implementasinya,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan bahwa Danantara dan BP BUMN diminta aktif mendorong sistem perbankan agar mampu menyalurkan kredit yang dibutuhkan sektor perumahan. Kendati demikian, Airlangga menilai masih diperlukan pembahasan lanjutan untuk memaksimalkan kinerja KUR perumahan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu pun memasang target penyaluran sebesar Rp28 triliun pada kuartal I 2026, yakni periode Januari–Maret 2026.
“Nilai Rp300 triliun tidak termasuk pembiayaan perumahan Rp130 triliun. Angka perumahan ini akan menjadi tambahan. Tahap awal, kami berharap sekitar Rp28 triliun dapat terealisasi pada kuartal I 2026,” tuturnya.
Sebelumnya, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan kesiapan lembaganya untuk menambah alokasi KUR perumahan pada 2026. Ia menyebut tambahan anggaran akan diberikan jika para pengembang, kontraktor, maupun pemasok dapat memaksimalkan pemanfaatan dana Rp130 triliun yang sudah disediakan pada 2025.
“Jika dana Rp130 triliun terserap baik tahun ini, insya Allah kami tambah lagi tahun depan. Bila terserap penuh, saya yakin angkanya bisa naik hingga Rp250 triliun,” kata Rosan dalam Pertemuan & Simposium Perumahan ‘Warisan Bangsa’ di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9).
Rosan menegaskan bahwa penambahan anggaran akan diberikan setelah Danantara memastikan proses penyerapan berjalan sesuai prosedur. Ia menekankan komitmen Danantara untuk terus mendukung program prioritas pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program 3 Juta Rumah, karena dianggap membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Yang penting penyerapan ada, akurat, dan mengikuti prosedur. Bila itu terpenuhi, kami akan menambah anggarannya. Ini program prioritas pemerintah dan kami mendukung sepenuhnya karena manfaatnya nyata bagi rakyat,” ucap Rosan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO