Buka konten ini

Anambas (BP) – Anak Buah Kapal (ABK) Pukat Mayang, KM Antena dilaporkan hilang saat melaut, Jumat (14/11) pagi.
Peristiwa ini terjadi ketika kapal sedang berada di perairan sekitar Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.
ABK yang hilang tersebut diketahui bernama Safriadi, warga asal Tanjungbalai Asahan, Provinsi Sumatra Utara. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui sejak dinyatakan hilang oleh rekan-rekan sesama ABK.
Nakhoda KM Antena, Supri, mengatakan, hilangnya Safriadi baru disadari ketika kapal bersiap untuk bergerak dari Kuala Maras menuju kawasan Pulau Bawah Resort untuk mencari ikan. Saat itulah salah satu ABK menegur bahwa korban tidak terlihat di kapal.
”Kita waktu itu sudah siap, mesin sudah menyala mau olah gerak ke Pulau Bawah. Salah satu ABK baru sadar kalau Safriadi tidak ada di kapal,” ujar Supri.
Supri menjelaskan sebelum persiapan keberangkatan, ia masih melihat Safriadi berada di kapal. Bahkan ia sempat berbicara dengan korban beberapa jam sebelumnya. Hal itu membuat hilangnya korban terasa sangat tiba-tiba.
”Pas sebelum labuh jangkar di Kuala Maras, korban masih main handphone karena masih ada sinyal. Jadi memang masih kita lihat,” kata Supri.
Sementara itu, Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman, memastikan pihaknya langsung melakukan tindakan cepat setelah menerima laporan ABK hilang tersebut. Tim segera diberangkatkan untuk mencari keberadaan Safriadi.
”Kita perintahkan unit SAR Jemaja dan Siantan untuk memimpin pencarian bersama petugas dari TNI-Polri,” ujar Abdul Rahman.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area laut tempat kapal terakhir berlabuh dan titik-titik lain yang berpotensi menjadi lokasi jatuhnya korban. Kondisi cuaca dan arus laut turut menjadi pertimbangan dalam upaya pencarian.
Menurut Basarnas, korban terakhir terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek. Detail ini menjadi acuan penting bagi tim SAR serta masyarakat yang mungkin melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Selain tim resmi, KM Antena juga melakukan pencarian mandiri dengan dukungan nelayan setempat. Namun hingga Jumat sore, upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Basarnas mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang sedang melaut di sekitar perairan Jemaja, agar tetap waspada dan melaporkan jika menemukan benda yang mencurigakan atau mengarah pada keberadaan korban.
Masyarakat dapat menghubungi Kantor SAR Natuna melalui nomor 0773-3211080 atau WhatsApp 0822-8390-7707 apabila melihat tanda-tanda yang berkaitan dengan pencarian tersebut. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY