Buka konten ini

BATAM (BP) – Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan ritel modern di Batam, Kamis (13/11). Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) beras, baik jenis medium maupun premium, tetap stabil dan tidak melebihi ketentuan pemerintah.
Tiga lokasi menjadi sasaran utama pemantauan, yakni Pasar Tos 3000 Jodoh, SP Plaza Batuaji, dan pusat grosir modern Indogrosir. Tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memantau harga sekaligus mengecek ketersediaan stok di setiap titik.
Kanit IV Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKP Alfin Dwi Wahyudi Nuntung, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama beras.
“Untuk wilayah Batam, kami turun di tiga lokasi—Pasar Tos 3000, SP Plaza, dan Indogrosir. Dari hasil pemantauan, harga beras masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Alfin, Tim Satgas Pangan Polda Kepri secara berkala turun ke pasar tradisional dan ritel modern guna memastikan harga tetap terkendali dan stok beras di seluruh wilayah Kepri aman.
“Kami turun minimal sekali dalam sebulan. Dari hasil pengecekan kali ini, stok beras masih aman dan tidak ditemukan kenaikan harga signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sidak serupa juga dilakukan serentak di beberapa wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau. “Bukan hanya di Batam, tim kami juga melakukan pemantauan di Tanjungpinang, Karimun, dan daerah lainnya untuk memastikan harga beras tetap stabil di seluruh Kepri,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, menegaskan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan harga beras di Batam masih terkendali.
“Sudah empat kali kami turun bersama Satgas Pangan. Alhamdulillah, semua harga beras, baik di pasar tradisional maupun di ritel modern, masih di bawah HET,” kata Mardanis.
Ia menjelaskan, perbandingan dilakukan antara harga beras di pasar tradisional dan ritel modern. Di Pasar Tos 3000, harga beras medium masih berkisar Rp13.000–Rp14.000 per kilogram. Sementara di SP Plaza dan Indogrosir sedikit lebih tinggi, namun tetap di bawah batas tertinggi Rp15.500 per kilogram.
“Perbedaan harga antar lokasi disebabkan faktor biaya transportasi dan distribusi. Namun secara umum, harga di Batam masih sesuai ketentuan dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Mardanis juga memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog dan distributor masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Batam hingga beberapa bulan ke depan.
“Kondisi ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang memastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : Ratna Irtatik