Buka konten ini

UDARA siang di Batam terasa hangat, namun suasana di ruang pertemuan BP Batam justru penuh semangat. Di sana, tiga lembaga besar—Kementerian Koperasi dan UKM, BP Batam, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk—sepakat menggandeng tangan untuk satu tujuan: memperkuat ekosistem UMKM di kota industri ini.
Kolaborasi itu tak sekadar seremoni. Tiga pilar besar menjadi fondasinya: perluasan akses permodalan berkelanjutan, peningkatan kapasitas usaha, dan pembukaan peluang investasi serta kemitraan industri. Langkah konkret ini diharapkan mampu mendorong UMKM Batam naik kelas dan terlibat langsung dalam rantai pasok industri serta perdagangan internasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menunjukkan, hingga akhir 2024 terdapat 75.575 unit UMKM yang aktif beroperasi di Batam. Angka itu bukan hanya statistik—tapi potret potensi ekonomi rakyat yang menunggu diberi ruang tumbuh.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Helvi Yuni Moraza, menegaskan, sinergi lintas lembaga ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperluas daya saing UMKM, khususnya di wilayah strategis seperti Batam.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan akses permodalan yang mudah, pendampingan yang berkualitas, serta peluang pasar yang luas, termasuk melalui jaringan investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” ujar Helvi, Rabu (12/11).
Di sektor permodalan, BRI akan menjadi motor penggerak melalui program pembiayaan mikro dan kecil disertai literasi keuangan. Sementara BP Batam dan Kemenkop UKM akan menangani pelatihan kewirausahaan, digitalisasi, hingga sertifikasi produk agar mutu UMKM Batam dapat menembus pasar nasional bahkan global.
Tak berhenti di situ, BP Batam juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjalin kemitraan dengan investor. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi UMKM dalam rantai ekonomi kota yang terus bertumbuh.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan UMKM bagian dari ekosistem investasi Batam.
“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam juga menciptakan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” tegasnya.
BP Batam kini tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan, agar pelaku UMKM lebih mudah memanfaatkan aset produktif—baik untuk produksi, distribusi, maupun kolaborasi usaha.
Inisiatif ini juga akan terhubung dengan digital dashboard investasi dan program duta investasi yang memudahkan investor mengakses data dan peluang bisnis di Batam.
Pemerintah menargetkan langkah kolaboratif ini dapat mendorong ekspor Batam tumbuh hingga 10 persen pada tahun depan, sebagaimana rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sinergi antara Kemenkop UKM, BP Batam, dan BRI menjadi contoh kemitraan ideal—di mana semangat kolaborasi menjadi jalan bagi UMKM Batam untuk melangkah lebih jauh, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada semangat keberlanjutan. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK