Buka konten ini

BATAM (BP) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mulai dirasakan masyarakat Kota Batam sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Nagoya, Batuampar, dan Baloi terpantau kehabisan stok hingga Rabu (11/10). Kondisi ini membuat banyak pengendara resah karena harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki pasokan.
Di kawasan Lubukbaja, antrean panjang kendaraan hanya terlihat di jalur Pertalite. Sementara dispenser Pertamax ditutup rapat dengan tulisan “habis”. Petugas SPBU di lokasi mengatakan bahwa pasokan Pertamax sudah terhenti sejak tiga hari terakhir.
“Kami juga masih menunggu kabar dari pihak distribusi, belum tahu kapan datang lagi,” ujar seorang petugas SPBU Lubukbaja.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Batuampar. Banyak pengendara yang datang dengan harapan bisa mengisi Pertamax, namun akhirnya pulang dengan kecewa.
“Saya sudah keliling ke empat SPBU sejak pagi, semua habis. Kalau pakai Pertalite, mesin mobil saya sering knocking,” keluh Andika, pengendara mobil pribadi. Ia mengaku kelangkaan ini sudah terjadi sejak akhir pekan lalu dan mengganggu aktivitas kerjanya.
Di SPBU Baloi, situasinya tak jauh berbeda. Petugas mengatakan suplai Pertamax belum tiba sejak akhir pekan dan masih menunggu konfirmasi dari pihak pengiriman. “Sudah kami tanyakan ke pihak distribusi, tapi belum ada jadwal pasti,” kata seorang operator.
Beberapa warga mengaku terpaksa beralih ke Pertalite, meski performa kendaraan terasa menurun. “Motor saya jadi berat kalau pakai Pertalite. Padahal setiap hari dipakai antar anak sekolah,” keluh Lina, warga Baloi.
Pihak Pertamina memastikan bahwa kelangkaan Pertamax di wilayah Kepulauan Riau hanya bersifat sementara. Dalam pernyataannya, Pertamina menyebut pasokan tengah dalam proses penyesuaian distribusi. “Stok Pertalite aman di seluruh SPBU. Kami upayakan penyaluran Pertamax segera kembali normal,” demikian keterangan resmi Pertamina.
Meski begitu, warga berharap Pertamina dan pemerintah daerah memberikan informasi yang lebih terbuka soal proses distribusi agar tidak menimbulkan kepanikan. “Kalau dibiarkan lama, dampaknya bisa ke transportasi dan logistik. Pemerintah harus ikut memantau,” ujar Suryanto, pengendara di Batuampar.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa SPBU di Nagoya, Batuampar, dan Baloi masih belum mendapat pasokan Pertamax. Masyarakat diimbau menyesuaikan penggunaan BBM sementara waktu sembari menunggu suplai kembali normal. Warga berharap distribusi segera lancar agar aktivitas harian tidak semakin terganggu. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO