Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kinerja pembiayaan sektor perumahan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus mencatatkan hasil positif. Hingga kuartal III 2025, total kredit dan pembiayaan BTN untuk perumahan tumbuh 6,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), mencapai Rp322,53 triliun.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi, baik konvensional maupun syariah, yang naik 7,3 persen YoY menjadi Rp111,33 triliun.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami menjalin kemitraan dengan pengembang nasional serta menawarkan promo bunga KPR yang kompetitif,” ujar Nixon di Jakarta, Rabu (12/11).
Selain KPR, BTN juga mencatat kenaikan pada pembiayaan Kredit Agunan Rumah (KAR) sebesar 6,8 persen menjadi Rp8,95 triliun. Menurut Nixon, peningkatan tersebut mencerminkan komitmen BTN dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk aparatur negara.
“BTN menjalankan fungsi intermediasi untuk memperkuat perekonomian rakyat, terutama melalui sektor perumahan, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang solid,” tambahnya.
Transformasi digital turut menjadi pendorong utama peningkatan layanan BTN. Melalui aplikasi Bale by BTN, proses pengajuan hingga persetujuan KPR kini bisa dilakukan secara daring, cepat, dan transparan. Platform ini menghubungkan ribuan daftar properti dengan fitur simulasi KPR dan sistem persetujuan digital.
Hingga akhir September 2025, pengguna Bale by BTN mencapai 3,2 juta, tumbuh 66,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1,9 juta pengguna. Nilai transaksi juga meningkat 19,6 persen menjadi Rp71,9 triliun, dari sebelumnya Rp60,1 triliun.
Dalam memperkuat perannya sebagai mitra utama pemerintah di bidang inklusi perumahan, BTN menjalin kerja sama strategis dengan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) melalui program kepemilikan rumah bertajuk Graha Hakim. Program ini memberikan kemudahan bagi para hakim di bawah Mahkamah Agung (MA) untuk memiliki rumah dengan bunga kompetitif, potongan biaya akad, serta proses pengajuan yang lebih ringkas.
“Program Graha Hakim memberi akses pembiayaan yang lebih terjangkau. Saat ini, lebih dari 90 persen pembelian rumah dilakukan melalui KPR, sehingga BTN memiliki peran strategis dalam mendukung kepemilikan rumah bagi aparatur negara,” jelas Nixon.
Tahun ini, MA telah mengukuhkan 1.451 hakim baru, sehingga total hakim aktif di Indonesia mencapai 8.711 orang. Nixon menilai, kemudahan memiliki rumah akan membantu meningkatkan kesejahteraan serta stabilitas ekonomi para hakim.
“Ketika kesejahteraan ekonomi hakim terjamin, mereka akan lebih fokus dan profesional dalam menjalankan tugasnya, bebas dari tekanan eksternal, sekaligus memperkuat kredibilitas lembaga peradilan,” pungkasnya.
BTN juga menawarkan beragam produk pembiayaan bagi anggota IKAHI, mulai dari KPR atau KPA untuk rumah baru, rumah bekas, hingga take over dari bank lain. Ada pula fasilitas Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Ringan (Kring) tanpa agunan. BTN memberikan suku bunga kompetitif mulai dari 1,65 persen fixed satu tahun, dengan kenaikan bertahap maksimal 3 persen per tahun, serta paket bunga 2,65 persen fixed tiga tahun dan 2,95 persen fixed lima tahun. Anggota IKAHI juga mendapat potongan biaya provisi dan administrasi hingga 50 persen serta jalur pengajuan khusus yang lebih cepat dan aman. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO