Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan Pasar Induk Jodoh tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek pasar modern tersebut akan digarap melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah (BMD) bersama mitra swasta dengan sistem bagi hasil yang tetap menguntungkan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menjelaskan skema KSP memungkinkan pihak swasta membangun dan mengelola pasar tanpa mengalihkan hak kepemilikan tanah pemerintah. Sebaliknya, Pemko Batam justru memperoleh manfaat keuangan berupa kontribusi tetap dan pembagian keuntungan setiap tahun selama masa kerja sama berlangsung.
“Skema ini menjadi solusi efektif untuk mempercepat penyediaan infrastruktur publik tanpa membebani APBD, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Firman, Rabu (12/11).
Selain keuntungan finansial, Pemko Batam juga akan memiliki seluruh aset pasar setelah jangka waktu kerja sama 30 tahun berakhir, atau lebih cepat jika perjanjian diputus oleh pemerintah. Dengan begitu, Batam tetap memegang kendali penuh atas aset strategis di pusat kota.
Firman menekankan pentingnya ketelitian dan kepatuhan terhadap aturan dalam proses tender. Ia meminta seluruh panitia bekerja secara profesional dan transparan agar pelaksanaan KSP berjalan sesuai prinsip akuntabilitas publik.
“Panitia harus benar-benar fokus dan detail dalam mempersiapkan segala hal. Jangan main-main. Bekerjalah dengan optimal dan profesional agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan Pasar Induk Jodoh tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tapi juga memperhatikan estetika dan tata ruang kota. Menurutnya, proyek ini menjadi momentum untuk menata ulang kawasan Jodoh yang selama ini dikenal padat dan semrawut.
“Pimpinan telah mempercayakan sepenuhnya proses ini kepada panitia. Dengan niat baik dan semangat kolaborasi, kami berharap pasar induk yang telah lama diimpikan masyarakat dapat terwujud di era kepemimpinan Pak Wali dan Bu Wakil (Amsakar–Li Claudia),” ujar Firman.
Dalam rapat persiapan tender, panitia pemilihan kerja sama memaparkan terdapat 13 tahapan dalam rencana KSP BMD Pasar Induk Jodoh.
Tahapan tersebut diawali dengan pengumuman resmi pertama pada Rabu (12/11) dan pengumuman kedua dijadwalkan pada Kamis (13/11). (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO