Buka konten ini

BINTAN (BP) – Dapur rumah M Asar, 72, warga Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang, Bintan, ambruk pada Selasa (11/11) malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Camat Mantang, Agus Zulkarnain, mengatakan, insiden ambruknya dapur rumah warga di daerah pesisir terjadi saat air laut pasang dan angin kencang pada Selasa (11/11) sekitar pukul 19.00 WIB.
”Kemungkinan gelombang kuat dari air laut pasang menghantam kayu penyangga dapur rumah,” tambahnya, Rabu (12/11).
Ia mengatakan, M Asar dan keluarganya selamat dari insiden ambruknya dapur rumah mereka.
Karena saat kejadian, mereka sedang berkumpul di rumah bagian tengah, sedangkan dapur dalam keadaan kosong. ”Bagian dapur rumah juga sudah tidak bagus lagi,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa Tim Tagana, Sekcam Mantang, Kades Mantang Besar, Kepala Dusun, dan RT serta RW setempat telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan assessment.
”Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutupi dinding rumah yang terdampak,” pungkasnya.
Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, mengatakan, kejadian bermula saat gelombang ekstrem melanda pesisir Desa Mantang Besar pada Selasa (11/11) malam dan menyebabkan dapur rumah warga roboh.
”Kerusakan terjadi pada ruang belakang rumah, namun tidak ada korban jiwa,” katanya.
Saat ini, keluarga korban menggunakan bangunan bagian depan atau teras sebagai tempat tinggal sementara.
Ia mengatakan, pihaknya bersama Pemdes Mantang Besar, Babinkamtibmas, Babinsa, Tagana, dan masyarakat setempat telah melakukan koordinasi dan rapid assessment untuk menilai kerusakan dan memenuhi kebutuhan dasar korban.
Ia mengimbau masyarakat untuk waspada dan siaga menghadapi cuaca ekstrem gelombang kuat air laut pasang dan angin kencang.
”Hindari beraktivitas di daerah pesisir atau daerah rawan bencana saat cuaca ekstrem,” ujarnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY