Buka konten ini
JAKARTA (BP) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian pekerja migran Indonesia (PMI). Hingga akhir Oktober 2025, BNI mencatat total kumulatif penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk PMI mencapai Rp936,5 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 50.022 debitur sejak program dimulai pada 2015.
“KUR untuk PMI maksimal Rp100 juta dengan tenor tiga tahun. Sampai 2025, sudah tersalurkan kepada lebih dari 50 ribu PMI. Mudah-mudahan ke depan, seiring fokus pemerintah terhadap PMI, kami bisa membantu lebih banyak lagi,” kata Direktur Operations BNI, Ronny Venir, di Jakarta kemarin (11/11).
Sebagai bank milik negara yang memiliki jaringan global, BNI saat ini mengoperasikan delapan kantor cabang luar negeri (KCLN) yang tersebar di New York, London, Singapura, Seoul, Tokyo, Amsterdam, Sydney, dan Hong Kong. “Tahun ini belum ada rencana membuka cabang baru. Namun, kalau nanti ada potensi bagus di negara lain, tentu akan kami pertimbangkan,” tuturnya.
Selain menyalurkan pembiayaan, BNI juga aktif melakukan edukasi dan literasi keuangan bagi PMI.
Salah satunya melalui sosialisasi di sejumlah negara penempatan, seperti Hongkong dan Tokyo. Kegiatan itu tidak hanya berfokus pada investasi dan pengelolaan keuangan, tetapi juga perlindungan data pribadi.
“Kami edukasi agar PMI lebih waspada terhadap penipuan digital. Jangan mudah memberikan OTP, rutin mengganti kata sandi, dan gunakan fitur keamanan seperti fingerprint atau face recognition. Tujuannya agar data pribadi mereka tidak disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab,” terang Ronny. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO