Buka konten ini

Anambas (BP) – Sebanyak 5 ribu bibit pohon mangrove ditanam oleh 150 pelajar di Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Selasa (11/11).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa (Pemdes) Putik dengan Medco Energi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Kepala Desa Putik, Azman, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga ekosistem mangrove.
“Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi pesisir dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kami ingin anak-anak muda ikut terlibat langsung dalam pelestariannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para pelajar juga dikenalkan pada fungsi ekologis mangrove, seperti mencegah abrasi, melindungi wilayah pesisir dari banjir rob, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut bernilai ekonomi tinggi.
Selain praktik menanam, siswa juga mendapat penjelasan tentang bagaimana mangrove berperan dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon dari atmosfer.
Manager Field Relations & Community Enhancement Medco Energi, Kemal A. Massi, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman, tetapi juga pembelajaran langsung bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga alam.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dan semangat menjadi agen perubahan lingkungan,” kata Kemal.
Lebih lanjut, Kemal menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan pembibitan dan pengelolaan kawasan mangrove, warga diharapkan dapat memperoleh tambahan pendapatan. Selain itu, kawasan mangrove juga bisa dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis lingkungan di Kepulauan Anambas.
“Pelestarian mangrove bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang membangun kesadaran, tanggung jawab, dan masa depan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” tambahnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY