Buka konten ini

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyimpulkan peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jumat (7/11) lalu bukan merupakan tindak pidana terorisme. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa aksi tersebut tergolong kriminal murni dan tidak memiliki kaitan dengan jaringan teroris mana pun.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan pelaku yang berinisial F, berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan bertindak secara mandiri tanpa keterlibatan kelompok radikal.
“Tidak ada kaitan dengan jaringan apa pun. Dari perspektif kami, tindakan ini tidak termasuk tindak pidana terorisme,” ujar Mayndra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11).
Kesimpulan tersebut diambil setelah gelar perkara bersama yang dihadiri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kejaksaan Agung (Kejagung), Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri. Seluruh pihak menyepakati bahwa motif tindakan pelaku lebih mengarah pada kecenderungan pribadi, bukan ideologi teror.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menambahkan bahwa pelaku dikenal tertutup dalam kehidupan sosialnya. Berdasarkan keterangan teman dan lingkungan sekolah, pelaku jarang bergaul dan menunjukkan minat terhadap hal-hal berbau kekerasan.
“ABH ini terkenal tertutup, jarang bergaul, dan tertarik pada hal-hal kekerasan dan ekstrem,” kata Asep.
Dari hasil penyelidikan, bom yang meledak di area masjid sekolah tersebut diduga dirakit sendiri oleh pelaku. Tidak ditemukan indikasi bantuan atau arahan dari pihak luar.
Sementara itu, jumlah korban akibat ledakan bertambah menjadi 96 orang. Sebagian besar merupakan siswa yang mengalami luka ringan dan gangguan kesehatan akibat tekanan gelombang ledakan. Dari total korban, 68 orang telah dipulangkan dari rumah sakit.
Sebelumnya, peristiwa ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat berlangsung. Suara ledakan mengejutkan seluruh jamaah dan warga sekitar sekolah. Awalnya, Polri melaporkan 54 korban luka-luka, baik ringan maupun berat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan suasana di lokasi sempat kacau pasca-ledakan. “Ratusan siswa panik dan berlarian keluar dari masjid. Beberapa korban luka berjatuhan dan segera dievakuasi,” ungkapnya.
Ledakan di lingkungan sekolah tersebut menjadi perhatian nasional. Polri memastikan proses penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap secara rinci motif dan proses perakitan bahan peledak yang digunakan pelaku. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK