Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Pemerintah Desa Lingai melaksanakan panen perdana telur ayam, Selasa (11/11), sebagai hasil awal dari program ketahanan pangan (Ketapang) tahun 2025.
Pada tahap pertama, panen mencapai 80 butir telur dari 200 ekor ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lingai.
Kepala Desa Lingai, Iskandar, menyebutkan panen perdana ini menjadi langkah awal keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah desa.
“Usaha peternakan ayam ini dikelola oleh BUMDes. Ini bukti bahwa program Ketapang di Lingai sudah berjalan,” ujar Iskandar.
Iskandar menjelaskan, hasil panen dijual kepada masyarakat setempat dengan harga Rp45 ribu per papan.
Uang dari hasil penjualan pertama akan digunakan untuk kegiatan doa selamatan, sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan tahap awal program tersebut.
Menurutnya, pengembangan peternakan ayam petelur ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan desa.
“Tahun depan kami berencana menambah ayam petelur sebanyak 400 ekor agar produksi meningkat dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Iskandar optimistis, meski Desa Lingai merupakan wilayah kecil yang dikelilingi lautan, potensi peternakan tetap besar jika dikelola dengan serius.
“Kami berharap Lingai bisa menjadi lumbung telur di Anambas, meskipun hanya sebuah pulau kecil,” tegasnya.
Dengan capaian ini, program Ketapang Desa Lingai menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan bahkan di wilayah terpencil, asal dikelola dengan komitmen dan semangat kerja sama masyarakat. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY