Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang, Kepulauan Riau Cokky Wijaya Saputra menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai kawasan perdagangan strategis yang berorientasi ekspor.
Hal itu disampaikan dalam dua agenda penting yang digelar BP Tanjungpinang, yakni Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Sosialisasi Fasilitasi Pengembangan Ekspor yang digelar pada 6 dan 7 November 2025 di Hotel Nite & Day Tanjungpinang.
Cokky menerangkan, dua kegiatan tersebut merupakan langkah konkret BP Tanjungpinang dalam memperkuat tata kelola perdagangan luar negeri dan menciptakan kemudahan bagi pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar ekspor.
”Kita ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha di kawasan FTZ benar-benar paham tentang regulasi, peluang, dan fasilitas yang tersedia. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Tanjungpinang sebagai simpul ekspor yang aktif dan kompetitif,” kata Coky, Minggu (9/11).
Ia menjelaskan, BP Tanjungpinang tentunya akan terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam hal kebijakan ekspor-impor, kepabeanan, serta pengembangan infrastruktur penunjang kawasan perdagangan bebas.
”Ke depan, kami akan memperluas akses informasi ekspor, memperkuat kolaborasi dengan instansi teknis, serta membuka ruang dialog rutin dengan pelaku usaha agar kebijakan yang diterapkan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, kata dia potensi ekonomi Tanjungpinang sangat besar, terutama di sektor perikanan, industri pengolahan, logistik, dan produk kreatif. Jika difasilitasi dengan baik, menurutnya sektor-sektor tersebut akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Anggota II BP Tanjungpinang, M. Efendi menambhakan bahwa pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah dan para investor, untuk menjaga iklim investasi dan ekspor di kawasan FTZ tetap kondusif.
”FTZ harus menjadi motor penggerak ekonomi Kepri. Apalagi Tanjungpinang memiliki potensi besar dalam berinvestasi,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting bagi BP Tanjungpinang untuk mempertegas perannya sebagai lembaga penggerak perdagangan internasional di wilayah FTZ, sekaligus mendukung kebijakan ekonomi Gubernur Kepri dalam memperluas daya saing ekspor daerah. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY