Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kebakaran melanda Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir pada Minggu (9/1) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Dua rumah warga di RT 03 RW 01 ludes terbakar, lima rumah lainnya terkena dampak kebakaran.
Warga Desa Kelong, Mahadar menyebutkan bahwa dua rumah yang ludes terbakar adalah rumah Arsil dan Adam.
Mahadar menceritakan bahwa saat kejadian Arsil dan anaknya sedang tidur. Arsil mendengar suara keretek dari atap yang dikira suara hujan, namun ternyata api sudah membesar.
”Ia (Arsil) merasakan panas ternyata saat melihat sudah api semua,” kata Mahadar, mengulangi cerita Arsil.
Arsil dan anaknya berhasil selamat, namun barang-barang di rumahnya habis terbakar. Arsil hanya berhasil menyelamatkan beberapa dokumen dan beras 5 Kg. Mahadar mengatakan bahwa rumah Adam juga mengalami nasib serupa, ludes terbakar.
Namun, saat kejadian rumah itu kosong karena Adam sedang berkebun. ”Pak Adam pada malam hari biasanya di kebun,” katanya.
Tidak hanya dua rumah yang ludes terbakar, lima rumah lainnya juga terkena dampak kebakaran seperti atap bagian dapur yang terbakar.
”Ada juga pakaian yang berada di jemuran habis terbakar,” ujarnya.
Setelah melihat api membesar, warga langsung bergotong royong untuk memadamkan api. ”Kalau tidak cepat dipadamkan, habis semua rumah di sini karena rata-rata rumah dari kayu,” ujarnya.
Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui, namun diduga lantaran korsleting listrik.
Camat Bintan Pesisir, Assun Ani melaporkan total ada 7 rumah warga terdampak kebakaran itu.
Dua rumah yaitu rumah Adam dan Arsil dengan kondisi hangus terbakar, sedangkan lima rumah lainnya terkena dampak kebakaran yakni rumah Theresia, Satria, Mat Tahar, Wahid, dan Rohiman.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah melaporkan bahwa total ada 7 rumah yang terdampak kebakaran, dengan 2 rumah mengalami kerusakan berat dan 5 rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan.
Ia mengatakan, BPBD Bintan telah turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kepada korban dan akan menurunkan tim untuk menghitung kerugian akibat kebakaran ini. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY