Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Pedagang Pasar Genta Meradang

Jalan Ditutup Tanpa Solusi, Pilih Tutup Lapak karena Sepi Pembeli

Pedagang buah di Pasar Genta tidur-tiduran di lapaknya karena sepi pembeli. F. Eusebius Sara/Batam Pos

Penutupan akses jalan dari simpang Pu­teri Hijau menuju kawasan Pasar Genta memicu keresahan masyarakat dan pelaku UMKM. Penutupan yang belum ditindaklanjuti pemerintah daerah ini dinilai merugikan pedagang dan warga yang menggantungkan penghasilan harian dari aktivitas pasar.

Tokoh masyarakat, pedagang, dan warga kembali berkumpul di Pasar Genta, Sabtu (8/11), untuk menyampaikan keluhan me­reka. Pertemuan tersebut dihadiri Camat Batuaji, Addi Harnus, dan perwakilan Dinas Bina Marga, Dohar M. Hasibuan. Mereka mendesak agar akses jalan yang vital bagi jalur ke­luar masuk pembeli segera dibuka kembali.

Tokoh masyarakat, Wiyono, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai penutupan jalan membuat pasar kehilangan denyut nadi. Saat ini, hanya beberapa pedagang yang bertahan, sementara banyak yang memilih menutup lapak karena sepi pembeli. Ia menilai pemerintah lambat merespons kondisi ini.

“Akibatnya pasar jadi sepi. Tinggal tiga orang jualan di dalam pasar. Jangan tunggu ribut dulu. Silahkan pemerintah cari alternatif, yang penting jalan itu dibuka,” tegas Wiyono.
Omo, warga lainnya, menegaskan keputusan penutupan dilakukan secara sepihak. Ia menyebut jalan itu telah digunakan warga lebih dari 20 tahun dan memiliki lampu pengatur lalu lintas, bukti pengakuan pemerintah
terhadap fungsinya sebagai jalur umum.

“Kalau ini ditutup, mati semua usaha UMKM kami. Kenapa baru sekarang ditutup, dan tanpa kompromi. Tuntutan kami jelas, kembalikan jalan itu,” ujarnya kecewa.
Tri Mulyono menambahkan alasan penutupan terkait rekayasa lalu lintas tidak sebanding dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Menurutnya, jalan tersebut memiliki nilai sosial dan ekonomi besar bagi warga sekitar.

Pedagang Pasar Genta, Sumarni, merasakan langsung dampak penutupan. “Pasar yang dulunya hidup dan ramai kini terasa lengang.
Pendapatan harian menurun tajam. Kami takut tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup jika kondisi ini terus berlangsung,” katanya.

Camat Batuaji, Addi Harnus, menyatakan pihaknya telah menampung keluhan warga dan akan meneruskannya ke dinas terkait. Ia menegaskan masyarakat ingin solusi nyata, bukan janji tanpa kepastian.

“Kita dengar tadi bahwa ini akan dibahas lebih lanjut untuk solusi yang pastinya. Warga tetap ingin agar jalan ke Genta dari simpang Puteri Hijau itu kembali dibuka,” ujar Camat.
Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dohar M. Hasibuan, menyebut akan segera berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas untuk menindaklanjuti tuntutan warga.

Ia menegaskan akan mencari solusi terbaik agar tidak merugikan masyarakat maupun kepentingan rekayasa lalu lintas.
“Kami akan diskusi lagi. Secepatnya akan ada solusi,” kata Dohar.
Masyarakat Genta berharap pertemuan kali ini tidak berakhir tanpa hasil. Mereka menegaskan akan terus memperjuangkan pembukaan akses jalan tersebut karena menyangkut keberlangsungan ekonomi puluhan pelaku UMKM dan pedagang di kawasan Pasar Genta. (***)

Reporter : Eusebius Sara
Editor : Jamil Qasim