
Bagi Ulfah Anandia Aisyah, 29, atau akrab disapa Ulfah, setiap keputusan positif akan memengaruhi hasil, termasuk dalam usaha kecilnya yang berbuah manis. Dengan dukungan suami dan keluarga, Ulfah memulai usaha dessert dari rumah, yaitu fudgy brownies, yang baru diluncurkan Oktober lalu. “Awal mula jualan ini sebenernya hanya ingin mengisi waktu di rumah biar lebih bermanfaat dan ada kegiatan. Sebelumnya saya berkarir, tapi sekarang memutuskan menjadi ibu rumah tangga,” terang Ulfah.
Awalnya ia sempat bingung menentukan produk. Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, pilihan jatuh pada fudgy brownies karena mudah dibuat sendiri. Ulfah kemudian mencari inspirasi untuk desain menarik sesuai tren saat ini, membuat akun media sosial khusus jualan, dan menyiapkan berbagai hal pendukung.
Nama Rumie Bites diambil dari nama putrinya, Arumi, yang telah meninggal dunia. “Saya merasa terharu karena sekarang namanya mulai dikenal banyak orang,” ucapnya dengan senyum.
Meski latar belakangnya teknik dan bukan lulusan tata boga, Ulfah belajar membuat kue secara otodidak dari hobinya memasak, khususnya menu yang sedang viral di media sosial.
“Karena masih baru, saya maksimal produksi 15-20 orderan per hari, terbatas oleh oven mini yang saya miliki,” jelasnya.
Saat ini, Rumie Bites menawarkan fudgy brownies tiga varian: original, salted caramel, dan lotus biscoff, tersedia dalam ukuran small (Rp23.000–32.000) dan large (Rp46.000–60.000). Ketiganya diminati hampir sama banyaknya. Sistem jualannya pre-order (PO) melalui Instagram dan TikTok @rumie.bites.
Modal awal Ulfah sekitar Rp1,5 juta untuk membeli tambahan loyang, packaging, dan bahan kue. “Alhamdulillah, dalam kurang dari satu bulan omzet mencapai Rp4 juta,” bebernya.
Ulfah bersyukur memiliki suami yang mendukung, bahkan ikut membantu saat ada waktu luang. Ia mengaku kewalahan menangani orderan yang tiba-tiba banyak masuk sehingga harus membuat PO bertahap.
Untuk pemula yang ingin memulai usaha, Ulfah menyarankan agar percaya diri dan tidak takut gagal. “Jangan dulu memikirkan kalau gagal. Banyak kalimat positif yang bisa diucapkan, seperti ‘aku pasti bisa, aku akan berhasil’. Semua perlu proses,” ujarnya.
Saat ini fokus Ulfah adalah menjaga konsistensi rasa fudgy brownies. Ia berharap usaha ini terus berkembang dan tidak mengecewakan pelanggan. “Alhamdulillah makin ke sini makin banyak yang tahu dan hampir selalu ada orderan. Paling senangnya banyak komentar baik dan repeat order dari customer. Itu rasanya bahagia banget,” tuturnya penuh haru. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM