Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku UMKM di Kota Batam masih berjalan lambat. Hingga awal November 2025, Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam mencatat baru 16 pelaku UMKM yang menandatangani akad pinjaman, dari 857 pengajuan yang masuk.
Total nilai pinjaman yang telah terserap baru mencapai sekitar Rp320 juta.
“Pinjaman disalurkan oleh pihak bank, sedangkan kami menanggung pembayaran bunganya. Jadi sekitar Rp320 juta yang terserap sampai saat ini,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, Jumat (7/11).
Program pinjaman bunga 0 persen ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu UMKM naik kelas. Melalui kerja sama dengan perbankan, pelaku usaha dapat mengajukan pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa dikenakan bunga, karena biaya bunganya ditanggung pemerintah.
Namun serapan masih rendah. Salim mengaku belum dapat memastikan apakah target realisasi hingga akhir tahun dapat mencapai 80 persen.
“Target sampai akhir tahun ini belum bisa kami pastikan,” ujarnya.
Ia menyebut, faktor terbesar yang menghambat penyerapan adalah hasil pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Dari total pengajuan, lebih dari 300 pelaku UMKM dinyatakan tidak lolos pada tahap verifikasi tersebut.
“Kendala paling banyak memang di SLIK OJK, ada 300 lebih UMKM yang tidak lolos,” tuturnya.
Selain itu, beberapa pengajuan juga terkendala faktor teknis, seperti lokasi usaha di luar radius layanan 10 kilometer, jenis usaha yang tidak termasuk prioritas pembiayaan Bank BTN, hingga usaha yang statusnya belum permanen.
Menariknya, sebagian pelaku UMKM yang telah lolos justru memilih menambah pinjaman di atas Rp20 juta. Namun untuk selisih pinjaman tersebut, bunga tidak lagi ditanggung pemerintah.
Salim berharap sosialisasi yang terus dilakukan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai persyaratan dan jalur pengajuan, sehingga serapan program dapat meningkat. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : Fiska Juanda