Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam operasionalnya. Kali ini, subholding gas Pertamina tersebut membangun injection point di Pagardewa, Sumatra Selatan. Selain itu, PGN juga mendorong pemanfaatan compressed natural gas (CNG).
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan, injection point di Pagardewa merupakan titik di mana biomethane disuntikkan ke dalam jaringan gas bumi. Dengan begitu, biomethane dapat digunakan layaknya gas bumi untuk rumah tangga, industri, ritel, hingga transportasi darat.
Kami merencanakan penyediaan biomethane dengan volume berkisar 1,2 BBTUD (billion British thermal unit per day) melalui injection point Pagardewa,’’ jelasnya di Jakarta, kemarin (7/11).
Manfaatkan Limbah Pabrik Sawit
Dalam proyek biomethane, PGN memanfaatkan limbah dari pabrik minyak kelapa sawit atau POME (palm oil mill effluent) untuk menghasilkan biogas.
Melalui proses lanjutan, biogas diolah menjadi biomethane dan dikompresi menjadi renewable natural gas, sehingga dapat diinjeksikan ke dalam infrastruktur gas bumi.
Setelah diinjeksikan, biomethane dapat digunakan sebagai energi terbarukan dan didistribusikan ke berbagai sektor pelanggan bersama gas bumi.
Proyek biomethane akan memperluas portofolio PGN di sektor energi terbarukan dengan menyediakan produk untuk dekarbonisasi. Selain itu, membuka peluang bagi PGN untuk mendapatkan pendapatan baru,’’ paparnya.
Operasikan 14 SPBG
Sementara itu, melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), layanan CNG terus didorong di berbagai daerah. PGN Gagas memiliki produk Gaslink, yakni layanan CNG untuk industri, komersial, dan ritel. Sedangkan Gasku merupakan layanan CNG untuk sektor transportasi darat melalui stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, PGN siap berperan aktif dalam pengembangan CNG sebagai solusi energi nasional yang efisien, aman, dan ramah lingkungan, ’’ ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.
Saat ini, PGN Gagas mengoperasikan 14 SPBG di tujuh provinsi dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari. Untuk pelanggan Gaslink, hingga September 2025 PGN telah melayani sekitar 600 pelanggan.
CNG juga dimanfaatkan dalam proyek strategis pemerintah untuk penyediaan energi bagi dapur layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam, Bogor, dan Boyolali.
Dirikan Mother Station
Pada September 2025, PGN Gagas membangun Mother Station (MS) CNG Medan berkapasitas 1 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan gas sektor industri, komersial, dan UMKM di Sumatra Utara. Potensi pemanfaatannya mencapai 4,48 BBTUD. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Putut Ariyo