Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Proyek pelebaran Jalan Duyung di kawasan Batuampar terus dikebut. Pantauan Batam Pos, Jumat (7/10), sejumlah titik badan jalan yang dilebarkan telah terbuka merata. Sebagian ruas bahkan mulai memasuki tahap pengerasan dan semenisasi sebelum nantinya dilakukan pengaspalan.
Alat berat terlihat mengangkut material lama, meratakan tanah, dan menyiapkan struktur dasar jalan. Di sisi kiri dan kanan, pekerja juga memasang saluran drainase baru untuk memperbaiki sistem aliran air saat hujan.
Ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan, pelebaran Jalan Duyung diprioritaskan mengingat ruas ini merupakan jalur penghubung utama menuju kawasan logistik dan pelabuhan.
“Pelebaran berjalan sesuai tahapan. Beberapa segmen sudah masuk pengerasan. Setelah drainase tuntas, overlay akan langsung dilakukan,” katanya.
Ia mengatakan, proyek ini tidak hanya fokus memperlebar jalan, tetapi juga menjadi solusi permanen terhadap persoalan banjir dan genangan. “Drainase harus tuntas agar air tidak menggenang dan merusak aspal. Jadi sifatnya bukan tambal sulam, tapi perbaikan menyeluruh,” ujarnya.
Perubahan mulai dirasakan warga. Irwan, pengguna jalan, menyebut kondisi sekarang memang menimbulkan kemacetan, tetapi progresnya dianggap positif.
“Memang macet karena pembangunan, tapi ini demi kebaikan. Jalan ini sudah lama berdebu dan rusak. Yang penting dikerjakan sampai selesai dan hasilnya tahan lama, karena banyak truk besar lewat,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan pelebaran Jalan Duyung merupakan bagian dari penataan besar kawasan Batuampar. Ruas yang semula dua jalur akan diperluas menjadi tiga jalur untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pemerintah menargetkan pembangunan pelebaran dan sistem drainase selesai bertahap sebelum akhir 2025. Setelah rampung, kawasan Batuampar diharapkan lebih lancar, tertata, dan bebas banjir. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : Fiska Juanda