Buka konten ini

SETELAH penampilannya dalam El Clasico menuai kritik karena dinilai kurang berkontribusi, Lamine Yamal menjawabnya dalam dua laga terakhir FC Barcelona. Winger berusia 18 tahun itu mencetak gol di dua pertandingan beruntun.
Gol Yamal ke gawang Elche CF dalam laga LALIGA (3/11) membantu Barca meraih kemenangan 3-1. Namun, golnya saat menghadapi Club Brugge di Liga Champions (6/11) hanya menghasilkan hasil imbang 3-3.
Yamal tampil menonjol di Jan Breydelstadion dengan ciri khas dribel cepat dan kemampuan melewati pemain lawan sebelum melepas tembakan berbahaya. Pemilik nomor punggung 10 tersebut terlibat dalam tiga gol Barcelona pada laga itu.
Selain mencetak gol kedua pada menit ke-61, tembakannya juga memaksa winger Club Brugge, Christos Tzolis, mencetak gol bunuh diri pada menit ke-77. Gol pembuka Barca yang dicetak Ferran Torres pada menit ke-8 juga berawal dari umpan kunci Yamal kepada Fermin Lopez.
“Dia kembali ke level terbaiknya. Meski begitu, dia masih merasakan sedikit nyeri (cedera tulang kemaluan),” kata pelatih Barca, Hansi Flick, kepada Mundo Deportivo.
Sayangnya, performa gemilang Yamal tidak diimbangi dengan pertahanan yang solid. Lini belakang Barca yang memakai garis pertahanan tinggi beberapa kali mudah ditembus pemain Brugge yang unggul dalam kecepatan. Flick mengakui hal tersebut, namun menegaskan tidak akan mengubah pendekatan tim. “Kami bisa saja mengubah segalanya, tetapi saya bukan pelatih seperti itu. Kami adalah Barca. Kami tidak akan bertahan di area sendiri,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : FISKA JUANDA