Buka konten ini

JAKARTA (BP) — Misteri dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan forensik, polisi memastikan bahwa keduanya adalah M. Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo, dua orang yang dilaporkan hilang usai mengikuti aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu.
Kepastian itu disampaikan Kepala Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, Senin (3/11). Ia menjelaskan, hasil uji DNA menunjukkan kecocokan antara sampel tulang kerangka dengan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga korban.
“Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik, kerangka pada kantong jenazah nomor 0080 cocok dengan ante mortem 002 milik keluarga Reno Syahputra Dewo. Sementara kerangka pada kantong jenazah 0081 cocok dengan ante mortem 001 milik keluarga Muhammad Farhan Hamid,” kata Brigjen Hastry.
Ia menambahkan, kondisi dua kerangka itu sudah tidak utuh akibat kebakaran di lokasi penemuan. Pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa waktu kematian keduanya diperkirakan telah lebih dari satu bulan sebelum ditemukan.
“Kerangka ditemukan dalam kondisi hangus. Pada pemeriksaan tulang dan gigi, kami pastikan keduanya berjenis kelamin laki-laki dengan ras mongoloid dan tinggi badan sekitar 158–168 sentimeter,” jelasnya.
Selain pemeriksaan DNA, identifikasi juga dilakukan lewat barang pribadi yang masih melekat di tubuh korban. Pada kerangka bernomor 0081 ditemukan kalung dan kepala ikat pinggang yang kemudian dicocokkan dengan keterangan keluarga Farhan.
Penemuan dua kerangka itu bermula dari laporan tim teknis yang sedang merenovasi Gedung ACC Kwitang, Kamis (30/10). Saat melakukan pengecekan konstruksi, petugas menemukan sisa tulang manusia di lantai dua gedung yang sebelumnya terbakar.
“Laporan awal kami terima dari tim teknis yang akan melakukan pengecekan karena kondisi gedung sudah lama terbakar. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan dua kerangka manusia yang tertimbun plafon,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.
Polisi kemudian mengevakuasi kerangka tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keduanya tewas akibat kebakaran, meski penyebab pasti kematian masih didalami penyidik.
Pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan Farhan dan Reno pada akhir Agustus lalu, telah dikonfirmasi dan diambil data ante mortem untuk identifikasi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena kedua korban diketahui merupakan peserta aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu. Keduanya dilaporkan hilang setelah aksi bubar dan tak lagi bisa dihubungi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK