Buka konten ini

PONOROGO (BP) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Sugiri Sancoko, pada Jumat (7/11). Orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo itu telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.
“Benar, Bupati Ponorogo diamankan,” ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (7/11).
Fitroh menyebut, OTT yang menyasar Sugiri Sancoko itu diduga berkaitan dengan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Secara terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga membenarkan bahwa pihaknya mengamankan Bupati Ponorogo dalam operasi senyap di wilayah tersebut. “Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo,” tegasnya.
Hingga kini, KPK belum mengungkapkan secara rinci siapa saja selain Bupati Ponorogo yang turut diamankan. Tim penindakan KPK masih berada di lapangan untuk melakukan rangkaian pemeriksaan lanjutan.
“Saat ini (kemarin) tim masih di lapangan,” imbuh Budi.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Tak lama setelah kabar OTT Bupati Ponorogo menyeruak, media sosial milik Sugiri langsung diserbu warganet. Salah satunya di Instagram @sugirisancoko26.
Seperti dalam unggahan terbaru yang diunggah Sugiri pada Jumat siang (7/11). Terlihat ratusan warganet membanjiri kolom komentar. Beberapa dari mereka mengaku terkejut saat mendengar Bupati Sugiri tersandung OTT KPK. ”Benar pak di OTT KPK?” tulis akun @bobby****.
”Bapakkk, ya masa toh, apa Iya beneran, itu lah yang ada di benakku. Jenengan (kamu) terlihat orang baik,” tulis warganet lain @kan*** diakhiri emoticon melongo. ”Pak berita kui bener pora (pak berita itu benar tidak),” tulis akun Instagram @apr***.
Lantik 138 Pejabat
Sebelum berurusan dengan KPK, Bupati Sugiri menggelar pelantikan pejabat eselon Pemkab Ponorogo di rumah dinas (rumdin) bupati, Pringgitan. Ada 138 pejabat yang masuk dalam gerbong mutasi. Mulai kepala dinas, sekretaris, camat, hingga lurah. ”Mutasi ini bukan yang terakhir di tahun ini. Sebelum pergantian tahun, akan ada pergeseran lagi,” ungkap Giri.
Pasca mutasi itu, masih ada lima jabatan eselon II (setara kepala dinas) yang kosong. Sugiri menyebut bahwa pengisian jabatan itu menggunakan sistem open bidding alias lelang jabatan.
Memperjuangkan Reog Ponorogo Diakui UNESCO
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko merupakan salah satu figur politik yang cukup dikenal di Jawa Timur. Kiprahnya konsisten di bidang pemerintahan daerah.
Lahir di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, pada 26 Februari 1971, Sugiri menapaki jalan politik dari bawah hingga akhirnya dipercaya memimpin tanah kelahiran.
Sugiri merupakan politikus PDI Perjuangan, partai yang menjadi rumah politiknya hingga kini. Sebelum menjabat sebagai bupati, dia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.
Setelah dua periode di legislatif, Sugiri kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Ponorogo pada Pilkada 2020, berpasangan dengan Lisdyarita sebagai wakilnya. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dan resmi dilantik pada 26 Februari 2021.
Salah satu kebijakan yang menonjol pada masa pemerintahannya adalah pelestarian budaya Reog Ponorogo yang diperjuangkan agar diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Selain fokus pada sektor budaya dan lingkungan, Sugiri juga mengarahkan pemerintahannya pada penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Sugiri Sancoko kembali melanjutkan kepemimpinannya setelah dilantik untuk periode kedua 2025–2030 bersama Lisdyarita.
Namun, kini kiprahnya sebagai kepala daerah harus berujung pada OTT KPK. Lembaga antirasuah mengamankan Sugiri di Ponorogo, Jatim terkait dugaan rasuah jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK