Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Ajang Hackathon Sawit Nasional 2025 menobatkan tim BIFLOW sebagai juara pertama. Tim ini dinilai berhasil menghadirkan solusi digital inovatif yang mendukung keberlanjutan industri sawit Indonesia.
Kompetisi ini digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Bakrie, dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE).
Dengan mengusung tema “Mengakselerasi Peran Sosial Ekonomi Sawit Melalui Inovasi Digital,” ajang ini menarik ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Peserta ditantang menciptakan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan sektor sawit, mulai dari produktivitas kebun, efisiensi rantai pasok, hingga pemberdayaan petani.
Para peserta menampilkan berbagai inovasi digital, seperti sistem monitoring kebun berbasis data, aplikasi pemberdayaan petani, hingga platform cerdas untuk efisiensi rantai pasok. “Kreativitas dan semangat para peserta membuktikan generasi muda Indonesia siap membawa industri sawit ke arah yang lebih berkelanjutan,” ujar Rizal, Ketua Panitia Hackathon Sawit Nasional 2025.
Ke depan, Gapki dan BPDPKS menargetkan hackathon ini menjadi ajang tahunan yang melahirkan talenta muda digital untuk mendukung transformasi hijau industri sawit nasional. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Putut Ariyo