Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Lebih dari 140 orang tewas dan ratusan lainnya masih hilang akibat Topan Kalmaegi yang melanda Filipina, menurut laporan resmi badan penanggulangan bencana negara itu.
Presiden Ferdinand Marcos Jr telah menetapkan status darurat nasional, memperingatkan bahwa badai lain yang lebih kuat tengah mengancam kawasan utara.
“Ini adalah bencana nasional. Dengan status darurat, pemerintah dapat mengakses dana darurat lebih cepat dan mencegah penimbunan maupun kenaikan harga bahan pokok,” ujar Marcos usai memimpin rapat penanganan bencana di Manila.
Kalmaegi, atau disebut Tino secara lokal, menjadi bencana alam paling mematikan di Filipina sepanjang tahun ini. Badai ini menghantam delapan wilayah di bagian tengah negara kepulauan tersebut pada Selasa, menimbulkan kerusakan parah dan memaksa lebih dari 200.000 warga mengungsi.
Gambaran kehancuran paling parah datang dari Provinsi Cebu, di mana ribuan rumah hancur, kendaraan terbalik, dan jalan-jalan tertutup puing. Banyak warga yang kembali dari tempat pengungsian kini mendapati tempat tinggal mereka rata dengan tanah.
“Tantangan utama sekarang adalah pembersihan puing-puing,” kata Raffy Alejandro, pejabat senior pertahanan sipil, kepada radio lokal DZBB.
“Ini penting bukan hanya untuk mencari korban hilang, tapi juga agar operasi bantuan bisa berjalan lebih cepat,” tambahnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY