Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sejak April, Jepang telah mencatat adanya lebih dari 100 serangan beruang dengan rekor 12 korban jiwa di berbagai wilayah. Dua pertiga dari total kematian terjadi di Prefektur Akita dan Iwate yang berdekatan. Menurut DW, laporan menunjukkan beruang memasuki rumah penduduk dan toko, menyerang wisatawan, hingga terlihat berkeliaran di sekitar sekolah dan taman. Situasi ini membuat warga semakin resah.
”Beruang semakin banyak muncul di daerah-daerah yang dekat dengan permukiman manusia,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hirotaka Ishihara, dikutip dari Anadolu Ajansi.
Bantuan dari Japan Ground Self-Defense Force (GSDF)
Menurut Reuters, otoritas di Prefektur Akita melaporkan bahwa penampakan beruang naik enam kali lipat tahun ini, mencapai lebih dari 8.000 kasus. Lonjakan ini mendorong gubernur setempat untuk meminta dukungan dari Japan Ground Self-Defense Force (GSDF) pada pekan lalu.
Melansir Japan Wire by Kyodo News, GSDF menandatangani perjanjian dengan pemerintah Prefektur Akita pada Rabu (5/11) untuk membantu penanganan serangan beruang yang meningkat tajam di wilayah tersebut. Dukungan GSDF akan bersifat logistik, termasuk memasang dan mengangkut perangkap kotak.
Tapi, pasukan tidak akan menggunakan senjata api untuk membunuh beruang. Bantuan ini juga mencakup pengangkutan pemburu serta membantu penggalian untuk penguburan bangkai beruang. Kerja sama dijadwalkan berlangsung hingga 30 November.
”Kami ingin mendukung kegiatan Self-Defense Forces melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah,” kata Gubernur Akita, Kenta Suzuki, dikutip dari Japan Wire by Kyodo News.
Edukasi Keselamatan
Dilansir dari The Guardian, selain mengerahkan pasukan, pemerintah dan media lokal juga meningkatkan edukasi mengenai langkah-langkah menghindari dan menghadapi pertemuan berbahaya dengan beruang. Para ahli sepakat bila seseorang berhadapan langsung dengan beruang, menghindari kontak mata, tidak melakukan gerakan mendadak, dan mundur perlahan tanpa membelakangi hewan adalah langkah terbaik. Berlari atau memanjat pohon sangat tidak dianjurkan, sebab kedua hal itu dapat dilakukan beruang dengan kecepatan jauh melampaui manusia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY