Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Menjelang puncak musim hujan, Polresta Barelang menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Polresta Barelang, Rabu (5/11). Apel yang dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, itu menjadi langkah antisipatif untuk memastikan seluruh unsur terkait siap bergerak cepat menghadapi potensi bencana di wilayah Batam dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi pendukung. Di antaranya Kodim 0316 Batam, Marinir, Lanud Hang Nadim, BP Batam, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, BPBD Batam, BMKG, Satpol PP, RSUD Embung Fatimah, serta Senkom Mitra Polri. Para pejabat utama Polresta Barelang juga turut hadir dalam apel gabungan ini.
Kolaborasi lintas instansi itu disebut menjadi kunci utama dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana, agar respons cepat dan terkoordinasi dapat dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Dalam amanat yang dibacakan Kapolresta, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kewaspadaan nasional terhadap bencana.
Berdasarkan data BNPB per 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun ini, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, hingga gempa bumi. Ribuan warga terdampak dan ratusan fasilitas umum rusak.
“Data ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan memerlukan respons cepat serta terkoordinasi,” tegas Kapolresta Barelang dalam amanat tersebut.
Peserta apel terbagi dalam empat kompi gabungan. Kompi pertama terdiri atas unsur TNI dari matra darat, laut, dan udara. Kompi kedua beranggotakan Ditsamapta, Ditpolairud, dan Satbrimob Polda Kepri. Kompi ketiga melibatkan jajaran Satsamapta Polresta Barelang, Satpolairud, gabungan Polsek, Satreskrim, Satintelkam, dan Satresnarkoba. Sementara kompi keempat diisi personel Satpol PP, Ditpam BP Batam, BPBD, Dishub, Damkar, serta Senkom.
“Polri akan terus hadir bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Penanggulangan bencana bukan hanya tugas formal, tapi juga panggilan kemanusiaan,” ujar Kapolresta.
Ia juga mengingatkan kembali delapan poin penekanan Kapolri tentang pedoman penanganan bencana yang wajib dipahami seluruh jajaran, mulai dari kesiapsiagaan hingga sinergi lintas sektor.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Sejumlah kendaraan taktis dan perlengkapan SAR diperiksa satu per satu, seperti kendaraan SAR laut, mobil pemadam, ambulans, perahu karet, mesin pompa, alat potong material, crane pemindah beban, hingga dapur lapangan Brimob.
Pengecekan ini memastikan semua armada dan peralatan dalam kondisi siap pakai bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sinkronisasi peran antarinstansi, agar koordinasi saat penanganan bencana berjalan efektif, dari tahap mitigasi hingga pemulihan pascakejadian.
Dengan apel kesiapsiagaan ini, Polresta Barelang menegaskan komitmen menjaga keselamatan masyarakat. Kesiapan personel, armada, dan sinergi lintas lembaga diharapkan mampu memperkuat sistem tanggap darurat di Batam yang rawan terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK