Buka konten ini

Anambas (BP) – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, meninjau langsung proses pembukaan jalan yang menghubungkan Teluk Kaut, Desa Mampok menuju Atap di Pulau Jemaja, Kamis (6/11).
Dalam kunjungan tersebut, Aneng melihat secara detail proses pekerjaan di lapangan, mulai dari penebasan lahan hingga pengerjaan awal badan jalan yang masih berupa hutan lebat. Pekerjaan ini dilakukan menggunakan alat berat seperti traktor dan ekskavator.
Menurut Aneng, pembukaan jalan ini merupakan salah satu proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.
“Jalan ini sudah menjadi idaman masyarakat sejak lama. Puluhan tahun mereka terisolasi, bahkan sejak masa masih bergabung dengan Kabupaten Natuna,” ujar Aneng di lokasi.
Ia menegaskan, pembangunan akses jalan ini akan membuka keterisolasian masyarakat di wilayah pesisir selatan Pulau Jemaja, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi antar desa.
“Begitu jalan ini tembus, akses masyarakat ke pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik akan jauh lebih mudah. Ini akan membawa dampak besar bagi kemajuan desa-desa di Jemaja,” tambahnya.
Pembangunan jalan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2025 dengan nilai mencapai Rp 24 miliar.
“Panjang jalan yang sedang dibuka sekitar 2,5 kilometer. Meski tidak terlalu panjang, tapi ini menjadi langkah awal yang penting untuk membuka konektivitas antarwilayah di Pulau Jemaja,” jelas Aneng.
Ia juga meminta agar pihak kontraktor bekerja maksimal sesuai spesifikasi dan target waktu yang telah ditetapkan.
Pemerintah daerah, kata Aneng, akan terus memantau setiap tahapan pekerjaan agar hasilnya berkualitas dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin proyek ini asal jadi. Setiap rupiah dari anggaran harus menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Selain membuka akses jalan baru, pemerintah daerah juga berencana melanjutkan pembangunan hingga ke wilayah lain yang masih sulit dijangkau.
Langkah ini diharapkan bisa mendorong pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
“Jangan ada lagi desa yang tertinggal hanya karena akses jalannya tidak ada. Pemerataan pembangunan itu kunci kesejahteraan masyarakat,” kata Aneng. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY