Buka konten ini

PARFUM kerap menjadi bagian penting dalam berbagai kesempatan istimewa, mulai dari wawancara kerja, presentasi, hingga pertemuan dengan klien atau acara pesta. Bahkan, sebelum pergi berkencan, banyak perempuan yang menjadikan parfum sebagai sentuhan akhir sebelum melangkah keluar rumah. Wewangian tidak sekadar pelengkap, tetapi juga bagian dari ekspresi diri. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan parfum lebih maksimal.
Semprot pada Titik Nadi
Agar aroma tahan lama, semprotkan parfum pada area titik nadi, seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau leher. Di area tersebut, pembuluh darah lebih dekat ke permukaan kulit, sehingga menghasilkan panas yang membantu menyebarkan aroma ke udara.
Hindari Menggosok Pergelangan Tangan
Kebiasaan menggosok kedua pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum sebaiknya dihindari. Gesekan dapat mengubah komposisi molekul parfum sehingga wanginya cepat memudar. Cukup biarkan parfum mengering dengan sendirinya agar aromanya tetap utuh dan tahan lama.
Jangan Semprotkan ke Rambut
Sebagian orang menyemprotkan parfum ke rambut agar lebih harum. Padahal, sebagian besar parfum mengandung alkohol yang dapat membuat rambut menjadi kering dan rusak. Gunakan hair mist khusus rambut jika ingin menambah wangi tanpa merusak helai rambut.
Gunakan Pelembap Sebelum Parfum
Kulit yang lembap membantu aroma parfum menempel lebih lama. Oleskan lotion atau moisturizer tanpa aroma sebelum menyemprotkan parfum. Seperti halnya “primer” pada riasan, pelembap berfungsi memperkuat daya lekat parfum pada kulit.
Wangi yang Dapat Meningkatkan Mood
Aroma tertentu memiliki efek terapeutik yang mampu memengaruhi suasana hati. Wangi lavender, misalnya, dapat membantu relaksasi. Sementara aroma citrus dapat memberikan energi dan menjaga konsentrasi di tengah hari yang padat. Parfum beraroma floral lembut menghadirkan kesan feminin dan menenangkan.
Parfum Pria Juga Bisa untuk Perempuan
Tidak ada aturan baku bahwa parfum dengan aroma tertentu hanya untuk pria atau perempuan. Data menunjukkan sekitar 30 persen parfum pria justru digunakan oleh perempuan. Selama aromanya sesuai dengan karakter dan kepribadian, tidak ada salahnya memilih wangi yang disukai, tanpa memandang label gender. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO