Buka konten ini
PEMERINTAH Arab Saudi resmi membuka akses bagi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah secara mandiri tanpa harus bergabung dalam paket biro perjalanan. Kebijakan tersebut disampaikan melalui nota diplomatik yang diterima Pemerintah Indonesia, Rabu (5/11).
Mulai kemarin, masyarakat dapat mengakses layanan umrah mandiri itu melalui aplikasi atau laman Nusuk Umrah di situs resmi www.umrah.nusuk.sa. Calon jemaah cukup menentukan lokasi kedatangan di Makkah atau Madinah, jumlah rombongan, serta kewarganegaraan—yang diisi “Indonesia”.
Pada simulasi keberangkatan 19 November, tersedia beberapa pilihan paket dengan harga mulai 1.500 riyal atau sekitar Rp6,6 juta untuk durasi lima malam. Paket tersebut mencakup akomodasi di Makkah, layanan umrah, katering, dan transportasi antarkota.
Biaya penerbangan tidak termasuk dalam paket, tetapi dapat dipesan bersamaan. Salah satu paket bernama Premium Package 13 Dar Al Taqwa juga menawarkan tur ke Jabal Nur dan Gua Hira.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyebut kebijakan ini sebagai langkah digitalisasi layanan keagamaan yang patut diapresiasi. “Kami menyambut baik kebijakan yang disampaikan melalui nota diplomatik tersebut,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Ichsan menambahkan, kebijakan umrah mandiri ini akan diintegrasikan dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Dalam Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang terbaru, pemerintah juga telah mengakomodasi mekanisme umrah mandiri.
“Integrasi aturan penting untuk memastikan perlindungan optimal bagi jemaah sekaligus menciptakan ekosistem yang adil bagi penyelenggara perjalanan umrah di Tanah Air,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ichsan juga mengumumkan bahwa jemaah haji Indonesia tahun depan akan mengenakan batik dengan desain baru. sebelumnya warna dominan batik haji adalah ungu, maka pada musim haji mendatang batiknya akan bernuansa biru muda dan putih.
“Penggunaan batik khas Nusantara menjadi simbol kehadiran Indonesia di momen akbar tersebut. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan memiliki khazanah budaya yang kuat,” tutur Ichsan.
Menurutnya, inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri tekstil nasional. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK