Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Hinterland Festival 2025 resmi digelar dengan tema “Menggapai Asa Sejuta Cerita” di Pulau Terong, Pulau Geranting, dan Pulau Pecong, Kecamatan Belakangpadang, Batam. Festival ini menjadi wadah bagi pelajar di pulau-pulau hinterland untuk menampilkan prestasi di bidang seni, olahraga, dan kreativitas.
Acara dibuka langsung oleh Kabid PAUD dan PMF Disdik Kota Batam, Sularno. Dalam sambutannya, Sularno mengapresiasi terselenggaranya festival yang melibatkan murid TK hingga SMP.
“Kalau di Kota, lombanya hanya per tingkatan, SMP saja, SD saja. Tapi di Hinterland Festival, semua anak-anak ikut berlomba dari TK hingga SMP,” ujarnya.
Festival ini menghadirkan beragam perlombaan, mulai dari azan, tart, ceramah agama, storytelling, melukis, cerdas cermat, cipta puisi, hingga perlombaan olahraga dan berbagai permainan.
Ketua Panitia Hinterland Festival 2025, Ramadhanu Istahara Mubaraq, menjelaskan kegiatan ini telah memasuki tahun kedua dan merupakan inisiatif dari tiga kepala sekolah hinterland, yakni SMPN 55 Pulau Terong, SMPN 33 Batam, dan SMPN 48 Batam.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi pelajar hinterland Batam untuk unjuk prestasi di bidang olahraga dan seni. Anak-anak di pulau-pulau memiliki semangat luar biasa. Melalui festival ini, kami ingin mereka bisa menampilkan bakat dan prestasi di panggung yang setara,” ujar Ramadhanu, yang juga penggagas festival.
Festival yang berlangsung pada 4–8 November ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi pesta kreativitas dan budaya yang mempererat kebersamaan antar pelajar di pulau-pulau Batam.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak hinterland punya potensi besar. Hinterland Festival membuktikan pendidikan dan kreativitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah pulau,” lanjutnya.
Pada penyelenggaraan pertama, festival hanya diikuti siswa SD dan SMP. Tahun 2025, peserta tingkat TK juga ikut ambil bagian, menandai semangat inklusifitas pendidikan di kawasan hinterland Kota Batam. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya lokal. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : GALIH ADI SAPUTRO