Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Microsoft Corporation kembali menegaskan komitmennya terhadap transisi energi bersih global melalui langkah strategis di sektor teknologi penyerapan karbon.
Raksasa teknologi asal Redmond tersebut menandatangani kontrak jangka panjang selama 10 tahun dengan perusahaan rintisan asal Kanada, Arca Climate Technologies Inc., untuk membeli hampir 300 ribu ton kredit penghilangan karbon permanen yang dihasilkan dari proses mineralisasi industri.
Dilansir dari Financial Post, Sabtu (1/11), kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi industri teknologi iklim Kanada. Arca, yang berbasis di Vancouver, berhasil mendapatkan kepercayaan Microsoft setelah membuktikan efektivitas teknologinya dalam uji coba selama 18 bulan di tambang nikel milik BHP Group Ltd. di Australia.
Teknologi yang dikembangkan Arca mempercepat reaksi alami antara karbon dioksida (CO2) dan mineral di batuan tambang untuk mengubah gas rumah kaca tersebut menjadi batu padat.
”Para ahli geologi tahu bahwa batuan telah menangkap CO2 jauh sebelum pepohonan muncul di bumi,” ujar Paul Needham, Direktur Utama Arca.
”Kami memanfaatkan proses alami itu dan mempercepatnya jutaan kali lebih cepat. Dengan demikian, kami dapat menggunakan satu jenis limbah, yaitu tailing tambang (sisa material dari proses penambangan), untuk menetralkan kelebihan CO2 di atmosfer,” lanjutnya,
Microsoft menilai kerja sama ini sejalan dengan upayanya mencapai target emisi negatif pada 2030.
Phil Goodman, Direktur Program Penghilangan Karbon Microsoft, mengatakan kesepakatan tersebut memperluas portofolio perusahaan dalam penghilangan karbon.
”Teknologi Arca menunjukkan potensi ilmiah yang nyata dalam mengubah limbah industri menjadi solusi iklim berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Arca berencana memanfaatkan kerja sama ini untuk memperluas kemitraan dengan perusahaan pertambangan lain di berbagai negara, termasuk untuk proyek transformasi tailing menjadi penyerap karbon berskala besar. Model bisnis Arca dinilai unik karena tidak hanya bergantung pada penjualan kredit karbon, tetapi juga menawarkan layanan remediasi lingkungan bagi tambang dan lokasi bekas tambang asbes.
Sementara itu, Sarah Goodman, Kepala Eksekutif NorthX, lembaga investasi iklim milik pemerintah Kanada, menilai dukungan korporasi besar seperti Microsoft menjadi katalis penting bagi industri penghilangan karbon yang masih menghadapi kesulitan pendanaan tahap awal.
”Sangat sulit menemukan modal katalitik bagi perusahaan pra-pendapatan. Kesepakatan jangka panjang ini memberi sinyal kuat bagi investor bahwa teknologi penghilangan karbon telah siap untuk skala komersial,” ujarnya.
Pemerintah Kanada juga menyambut baik langkah ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Kanada, Tim Hodgson, dalam forum International Energy Agency Innovation Summit di Toronto, memuji kesepakatan tersebut sebagai bukti kepemimpinan teknologi Kanada di panggung global.
”Teknologi penghilangan karbon bukan hanya alat untuk menghadapi perubahan iklim, tetapi juga penggerak ekonomi hijau yang menciptakan lapangan kerja berkualitas,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY