Buka konten ini

SISTEM pembuangan limbah kakus tidak cukup hanya dengan kloset dan tangki septik. Masih ada satu bagian penting yang sering diabaikan: sistem resapan. Komponen ini berfungsi menyerap air limbah agar tidak mencemari tanah dan sumber air di sekitarnya.
Menurut Nurhasanah Sucahyo, peneliti senior di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puslitbangkim) Kementerian PUPR, sistem resapan adalah galian atau sumuran tanpa lapisan kedap air yang berfungsi menerima air dari tangki septik untuk kemudian diserap oleh tanah.
“Kalau septic tank-nya kecil, cukup gunakan sumur resapan dengan diameter minimal 80 sentimeter dan kedalaman efektif satu meter,” ujarnya. Sumur resapan diisi penuh pasir dan kerikil berdiameter 1,5–5 sentimeter setebal satu meter. Lapisan ini berfungsi menetralisir air limbah sebelum meresap ke tanah.
Untuk septic tank berkapasitas lebih besar, sistem resapan bisa dibuat berbentuk bidang empat persegi panjang. Galian diisi pasir dan kerikil dengan lapisan minimal 10 sentimeter, lalu ditutup ijuk sebelum ditimbun tanah. Peresapan model ini dinilai lebih merata.
Prof Wijono Sutono, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prof Dr Hamka, menambahkan, kombinasi pasir, kerikil, dan ijuk akan membentuk ganggang hijau yang membantu menyaring bakteri patogen. “Air yang keluar dari tangki septik akan lebih bersih sebelum masuk ke tanah,” jelasnya.
Sistem resapan sebaiknya dibiarkan terbuka agar cahaya matahari bisa masuk untuk mematikan bakteri dan membantu penguapan. Jarak antara tangki septik dan sistem resapan minimal 1,5 meter, sementara jarak dengan sumur air bersih minimal 10 meter. Letaknya juga harus sedikit lebih rendah dari posisi tangki.
Air dari tangki septik dialirkan melalui pipa kedap air tanpa sambungan, dengan diameter minimal 4 inci untuk PVC atau 4,5 inci untuk pipa beton. Pipa dipasang miring sekitar dua persen, dengan lubang berdiameter 1–2 sentimeter di bagian bawahnya untuk membantu distribusi air.
Jika panjang pipa lebih dari empat meter, sambungan dibungkus kertas semen atau ijuk agar tidak bocor. Pada setiap belokan pipa lebih dari 45 derajat perlu dibuat lubang kontrol untuk pembersihan. Tangki septik dengan dua jalur resapan pun harus dilengkapi bak pembagi yang kedap air.
Dengan sistem resapan yang tepat, limbah rumah tangga bisa diolah secara alami tanpa merusak lingkungan. Rumah sehat pun bukan sekadar bersih, tetapi juga ramah terhadap alam. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO