Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Warga Batam Keluhkan Pertamax Langka

BATAM KOTA (BP) – Di tengah kunjungan jajaran Pertamina Patra Niaga yang memastikan distribusi energi di Kepulauan Riau berjalan lancar, masyarakat di Kota Batam justru menghadapi kenyataan berbeda.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota ini dilaporkan kehabisan stok Pertamax selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di SPBU yang masih menyediakan Pertalite.

Pantauan Batam Pos, Sabtu (1/11), menunjukkan kekosongan Pertamax terjadi di beberapa titik, antara lain SPBU Top 100 Tembesi, SPBU RS Awal Bros Batuaji, SPBU Sukajadi, dan SPBU Batam Kota. Situasi ini membuat pengendara terpaksa beralih ke BBM bersubsidi.

“Sudah dua hari kami bolak-balik cari Pertamax untuk pulang dan pergi kerja, tapi banyak yang kosong. Terpaksa isi Pertalite,” ujar Natan, pengendara di kawasan Sukajadi.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, bersama jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU di Kota Batam dan Integrated Terminal (IT) Tanjunguban.

Kegiatan itu disebut bertujuan memastikan keandalan distribusi energi serta pelayanan BBM kepada masyarakat berjalan optimal. Tim Pertamin melakuan evaluasi terhadap sistem
pelayanan, sarana dan prasarana SPBU, kesiapan pasokan BBM, hingga penerapan program Subsidi Tepat agar penyaluran BBM bersubsidi berlangsung transparan dan tepat sasaran.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi dan memastikan pelayanan di SPBU sesuai standar operasional. Kami juga memperkuat implementasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak,” kata Achmad.

Tak hanya di Batam, kunjungan juga meliputi kegiatan Management Walkthrough (MWT) di IT Tanjung Uban—fasilitas strategis yang menopang rantai suplai energi di wilayah Kepri. Dalam kegiatan itu, Pertamina meninjau langsung sarana dan fasilitas (sarfas), sistem distribusi, serta memastikan penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan sesuai dengan standar.

“MWT di Tanjung Uban menjadi langkah penting memastikan seluruh lini operasional berjalan optimal dan aman. Sinergi antarunit operasional Pertamina menjadi kunci menjaga keandalan pasokan energi nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, memastikan stok dan penyaluran BBM di wilayah Kepri dalam kondisi aman.

“Seluruh SPBU di Batam beroperasi normal dengan pasokan yang terjaga. Kami memastikan koordinasi solid dengan terminal penyalur agar distribusi BBM ke seluruh wilayah Kepri berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Namun, kondisi di lapangan yang menunjukkan kelangkaan Pertamax di sejumlah titik memunculkan pertanyaan publik tentang efektivitas pengawasan pasokan BBM di tingkat ritel. Warga berharap Pertamina segera melakukan pengecekan ulang agar distribusi bahan bakar non-subsidi di Batam kembali normal.

Rangkaian kunjungan ke Batam dan Tanjung Uban ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina menjaga keandalan rantai pasok energi nasional. Namun, masyarakat masih menunggu bukti nyata bahwa stok BBM benar-benar aman di lapangan. (*)

Reporter : AZIS MAULANA
Editor : Jamil Qasim