Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Pekan Dinamis Batam: Dari Industri Hijau sampai Jalan Duyung

Ketua Umum DPP APPEKNAS, Fandy Iood, melantik Ketua APPEKNAS Kepri, Gilbert Hoo, dan pengurus lainnya di Ballroom Yos Sudarso, Selasa (28/10). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Pengerjaan proyek pelebaran Jalan Duyung, Kecamatan Batuampar, mulai terlihat nyata, Senin (27/10), alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan dan membuka ruas jalan di depan Pasar Pagi Jodoh. F. Eusebius Sara/Batam Pos
Petugas Imigrasi Batam bersama Bea Cukai Batam melakukan pengawasan lapangan di salah satu tempat hiburan malam, Formosa KTV & Night Club di kawasan Lubukbaja, Rabu (29/10) malam. F. Istimewa untuk Batam Pos
Kejari Batam bersama Camat Batam Kota dan instansi terkait berdialog de­ngan warga terkait penolakan lokasi pembangunan Kantor Lurah yang berada di Peruamahan Bukit Raya Sukajadi, Rabu (29/10). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Sepekan terakhir, dinamika Batam bergerak cepat di berbagai sektor. Mulai dari diplomasi ekonomi lintas negara, penertiban tempat hiburan malam, hingga geliat pembangunan infrastruktur kota.

Langkah besar kerja sama kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK) kembali mengemuka setelah Indonesia dan Singapura mematangkan proyek industri hijau. Pertemuan kedua negara itu menegaskan komitmen menjadikan BBK sebagai pusat energi baru dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Proyek yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi hijau itu kini memasuki tahap pembahasan teknis, termasuk pembagian peran dan investasi lintas sektor.

Sementara itu, dari sisi pengawasan keimigrasian, Formosa KTV menjadi sorotan publik. Petugas Imigrasi Batam turun langsung memeriksa kelengkapan dokumen tenaga kerja asing di tempat hiburan malam tersebut. Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan adanya aktivitas pekerja asing tanpa izin resmi. Hasil verifikasi kini tengah dikaji untuk tindak lanjut penegakan hukum keimigrasian.

Dari Sukajadi, gelombang penolakan datang dari warga yang menentang rencana pembangunan kantor lurah di kawasan permukiman mereka. Warga menilai lokasi yang dipilih tidak sesuai peruntukan dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Pemerintah kecamatan berjanji menampung aspirasi warga sambil mencari solusi terbaik agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, semangat kolaborasi ekonomi daerah juga terlihat dengan pelantikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Seluruh Indonesia (DPP APPEKNAS) Kepri. Para pengusaha yang tergabung dalam asosiasi ini diharapkan dapat memperkuat peran sektor pengadaan sebagai pendorong ekonomi daerah yang transparan, berdaya saing, dan berintegritas.

Sementara dari ranah pembangunan infrastruktur, pelebaran Jalan Duyung resmi dimulai. Pekerjaan tahap awal difokuskan pada pembongkaran median jalan dan penataan utilitas di sepanjang ruas utama. Proyek ini diharapkan memperlancar arus kendaraan menuju kawasan Penuin dan Lubukbaja, yang kerap menjadi titik padat lalu lintas.

Sepekan ini, wajah Batam memperlihatkan denyut yang beragam—dari upaya menarik investasi hijau, menjaga ketertiban, hingga memperindah wajah kota. Dinamika yang menjadi cermin kota industri yang terus berbenah menuju masa depan lebih tertata dan berkelanjutan. (***)

Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM