Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Jenson Button Resmi Gantung Helm di Bahrain

Tutup Dua Dekade Karier Cemerlang di Dunia Balap

Juara dunia Formula 1 tahun 2009 asal Inggris, Jenson Button, resmi mengumumkan akhir dari karier balap profesionalnya. Ia akan menuntaskan perjalanan panjangnya pada ajang 8 Hours of Bahrain di Sirkuit Internasional Bahrain, 8 November mendatang.

Pembalap berusia 45 tahun itu memutuskan tidak melanjutkan kiprahnya di ajang World Endurance Championship (WEC) musim depan, menandai penutupan karier yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

“Ini akan menjadi balapan terakhir saya,” ujar Button melalui laman resmi Formula 1, Jumat (31/10). “Saya selalu menyukai Bahrain. Itu lintasan yang menyenangkan, dan saya ingin menikmatinya sebaik mungkin karena ini akhir dari karier balap profesional saya.”

Button memulai debutnya di Formula 1 pada tahun 2000 bersama tim Williams. Sepanjang kariernya, ia tampil di 306 Grand Prix, menjadikannya salah satu pembalap dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah F1. Ia mencatat 15 kemenangan, 50 podium, dan delapan pole position.

Puncak kariernya terjadi pada musim 2009 bersama Brawn GP — tim baru hasil transformasi dari Honda Racing. Dalam kisah yang disebut banyak penggemar sebagai “dongeng satu musim”, Button berhasil membawa Brawn GP menjuarai kejuaraan dunia konstruktor dan pembalap.

Usai meninggalkan F1 pada 2016 dan tampil sekali lagi pada 2017, Button melanjutkan kiprahnya di berbagai ajang balap, termasuk Super GT Jepang, Extreme E, serta 24 Hours of Le Mans. Dua musim terakhir, ia memperkuat tim Jota di ajang WEC.

Namun, kesibukan dan keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga membuatnya memilih untuk berhenti.
“Anak-anak saya berusia empat dan enam tahun. Saat Anda pergi seminggu saja, banyak momen yang terlewat. Saya tak ingin mengulanginya lagi untuk satu musim penuh,” ujarnya.

Meski menutup karier profesional, Button menegaskan masih akan tetap aktif di dunia otomotif, namun hanya untuk bersenang-senang.

“Saya punya beberapa mobil klasik. Rasanya luar biasa bisa mengendarai mobil milik sendiri dan merasakan koneksi mekanisnya,” katanya. “Tak ada sistem aero, tak ada bantuan elektronik, semuanya soal feeling dan keterampilan.” (***)

Reporter : Antara
Editor : JAMIL QASIM