Buka konten ini

TURIN (BP) – Juventus akhirnya mengakhiri streak nirmenang dalam delapan laga, Kamis (30/10). Kemenangan diraih setelah Juve melengserkan Igor Tudor sebagai allenatore dan menunjuk Massimo Brambilla sebagai interim. Brambilla membawa Juve menang 3-1 atas Udinese di Allianz Stadium, Turin.
Brambilla yang merupakan pelatih Juve Next Gen (U-23) mampu mengembalkan permainan solid Biaconeri – sebutan Juve – dan penampilan kemarin diklaim yang terbaik musim ini. Pemilihan pemain yang jitu dari Brambilla jadi kuncinya. Dia menempatkan kembali Dusan Vlahovic sebagai striker utama.
Di era Tudor, Vlahovic jadi cadangan striker baru Jonathan David. Vlahovic berduet dengan striker baru lainnya yang juga cadangan di era Tudor, Lois Openda, dalam skema 3-1-4-2. Dia pun sukses membuka skor saat laga baru berjalan lima menit via penalti.
”Aku tetap berterima kasih kepada Tudor atas apa yang dia berikan bagi klub ini,’’ kata Vlahovic seperti dilansir dari JuventusNews24.
Perubahan penting lain Brambilla adalah mengembalikan Kenan Yildiz sebagai gelandang serang di tengah dan Filip Kostic sebagai winger kiri. Juga mengembalikan Pierre Kalulu sebagai bek tengah (kanan) yang di era Tudor dimainkan sebagai wingback kanan.
Namun, Brambilla menyebut bahwa kemenangan kemarin bukan karena strateginya. Melainkan karena keinginan pemain Juve untuk ”balas dendam” setelah menjalani rangkaian laga tanpa kemenangan.
“Aku baru dua hari bersama mereka (pemain Juve). Mereka lebih tahu apa yang terbaik,” ucapnya.
Sayangnya, durasi Brambilla tidak akan lama karena Juve diklaim telah menambahkan pilihan kepada Luciano Spalletti sebagai allenatore baru. Pakar transfer Fabrizio Romano menyebut, kesepakatan antara Juve dan Spalletti sudah rampung dan tinggal diresmikan. (*)
Reporter: JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG