Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) — Tumpukan sampah di salah satu sudut Dataran Engku Putri, Batam Centre, dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi itu mencoreng keindahan ikon Kota Batam yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat, terutama untuk berolahraga.
Pantauan Batam Pos, sampah yang terdiri dari plastik, sisa makanan, ranting pohon, hingga material bangunan menumpuk di sisi timur lapangan utama, tak jauh dari jalur menuju Kantor Wali Kota Batam. Beberapa kantong plastik hitam tampak sobek, isinya berserakan hingga ke jalur pejalan kaki.
Bau tidak sedap semakin terasa terutama saat angin sore berembus. Beberapa pengunjung terlihat menutup hidung dan mempercepat langkah saat melintas di dekat lokasi.
“Kalau ke sini, tak nyaman lihat pemandangan sampah seperti ini. Bau-nya juga sudah menyengat,” ujar Meri, salah satu pengunjung Dataran Engku Putri, Senin (27/10).
Menurut Dewi, pengunjung lainnya, tumpukan sampah itu sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Meski sebagian telah dibungkus dalam kantong plastik, masih banyak yang berserakan di sekitar area.
“Sayang sekali, ini kan tempat kebanggaan warga Batam. Dekat Kantor Wali Kota, museum, dan mal. Harusnya bersih dan enak dipandang,” ucapnya.
Keluhan serupa datang dari Ridwan, warga Tiban, yang berkunjung bersama keluarga untuk berfoto dan menikmati suasana sore. Ia heran, kawasan yang berdekatan dengan gedung pemerintahan justru tampak kotor.
“Letaknya di kawasan Engku Putri, dekat kantor wali kota. Kok bisa sampai menumpuk begini? Mestinya pemerintah lebih cepat tanggap,” katanya sambil menunjuk tumpukan kantong plastik hitam.
Ridwan menilai, kondisi tersebut dapat merusak citra Batam sebagai kota modern dan tujuan wisata. “Banyak tamu dari luar daerah datang ke sini. Kalau lihat sampah seperti ini, kesannya kita tidak peduli kebersihan,” tambahnya.
Selain merusak pemandangan, warga juga khawatir tumpukan sampah bisa menjadi sumber penyakit. Beberapa plastik bekas makanan tampak dikerubungi lalat, sementara air lindi dari tumpukan mengalir ke selokan di tepi jalan.
Sejumlah pengunjung berharap pemerintah kota segera menurunkan petugas kebersihan. “Dataran Engku Putri ini wajah Batam, jangan sampai rusak karena sampah,” ujar Laili, pengunjung lainnya yang tampak menutup hidung saat melintas.
Dataran Engku Putri sejatinya menjadi ruang publik kebanggaan warga Batam. Namun, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari menunjukkan bahwa pengelolaan kebersihan di jantung kota masih perlu perhatian serius dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Iqbal Feliansyah, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut.
“Mohon maaf atas kendala yang terjadi. Armada di lokasi kemarin sedang dalam perbaikan, jadi terjadi keterlambatan pengangkutan,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, area alun-alun memang belum memiliki tempat sampah yang memadai. “Besok (hari ini) kami akan menempatkan bin sampah untuk mengakomodasi pembuangan agar tidak berceceran seperti itu lagi,” tutupnya. (*)
Reporter : Yashinta – Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK