Buka konten ini

PARIS (BP) – Rekor final beruntun Carlos Alcaraz akhirnya terhenti. Setelah melaju ke fase puncak dalam sembilan turnamen dari Monte-Carlo Masters (April) sampai Japan Open (September), petenis asal Spanyol itu, Rabu (29/10) dini hari WIB, kalah mengejutkan. Dia ditundukkan petenis Inggris Cameron Norrie 4-6, 6-3, 6-4 di babak 32 besar Paris Masters 2025.
Alcaraz, yang baru saja kembali dari cedera pergelangan kaki, tampil tak konsisten sepanjang laga. Seperti dilaporkan dari The Athletic, Alcaraz mencetak lebih dari 50 unforced errors, dengan 19 diantaranya hanya di set kedua.
Kekalahan itu jadi yang pertama bagi Alcaraz setelah Miami Open pada Maret lalu. Sekaligus mengakhiri rekor 17 kemenangan beruntunnya di ajang Masters 1000. Alcaraz jelas kecewa dengan kekalahan di La Defense Arena tersebut. Apalagi, petenis 22 tahun itu merasa sudah melakukan persiapan matang.
“Saya merasa tidak enak badan hari ini. Saya membuat banyak kesalahan. Saya bermain tanpa feeling yang baik, tidak pernah menyentuh bola,” keluh Alcaraz dikutip dari Punto de Break.
Sementara itu, bagi Norrie, hasil itu jadi kemenangan pertama melawan petenis No. 1 dunia. Tapi, dia sebenarnya sudah tiga kali menang melawan Alcaraz. “Ini kemenangan terbesar dalam karier saya. Saya melewatkan Olimpiade dan US Open tahun lalu karena cedera lengan, tapi sekarang saya menikmati tenis lagi,” kata Norrie dikutip dari dari BBC Sport.
Kekalahan Alcaraz membuka peluang Jannik Sinner untuk merebut kembali posisi No. 1 dunia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG