Buka konten ini

LINGGA (BP) – Perjuangan hidup luar biasa dialami seorang nelayan asal Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat. Kapal pompong miliknya pecah dihantam ombak besar di perairan Teluk Adang pada Sabtu dini hari (25/10), namun ia berhasil selamat setelah berjam-jam terapung di laut tanpa alat komunikasi.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB ketika nelayan bernama Feria Sawita (45) dalam perjalanan pulang menuju Jagoh dari Pulau Mentude. Kapal kecil yang dikemudikannya hancur diterjang gelombang tinggi. Feria pun terombang-ambing di tengah laut hanya berpegangan pada sisa perahu.
“Alhamdulillah, Bapak Feria selamat. Tapi pompong, jaring, dan HP semuanya tenggelam,” ujar Dery, warga yang menemukan dan menolong korban.
Menurut Dery, Feria bertahan dengan berenang selama delapan jam hingga pagi hari. Tubuhnya kelelahan, namun ia terus berusaha menuju daratan.
“Dari sekitar jam 12 malam bapak ini berenang sampai pagi, hanyut ke tengah laut,” katanya.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Dery yang melintas di perairan Teluk Adang melihat seseorang melambai dari atas batu karang. Setelah didekati, ternyata orang itu adalah Feria yang dalam kondisi lemah namun masih hidup.
“Beliau sempat naik ke atas batu menunggu pertolongan,” tambah Dery.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa kembali ke Desa Jagoh. Saat ditemukan, seluruh tubuh Feria basah kuyup, namun ia selamat dari maut setelah semalam penuh berjuang di tengah laut. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO