Buka konten ini

BATAM (BP) – Suasana religius mewarnai peringatan Hari Santri Tingkat Kota Batam 2025 di Dataran Engku Putri, Batam Center, pekan lalu. Ribuan santri dari berbagai pesantren se-Kota Batam memadati lapangan utama, mengenakan busana khas putih dan sarung, menambah kekhidmatan acara tahunan tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dengan balutan sarung, jas hitam, dan peci, sementara Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra tampil anggun mengenakan busana serba putih dengan kerudung. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Tema Hari Santri tahun ini ialah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Dalam apel tersebut, Amsakar membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Mengawali amanatnya, Amsakar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah melalui Kementerian Agama di lokasi kejadian menjadi bukti nyata bahwa negara peduli terhadap pesantren dan para santri. Tragedi itu, katanya, menjadi pengingat agar seluruh pihak lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan santri di masa mendatang.
Amsakar juga menyampaikan kembali pesan penting dari Menteri Agama bahwa penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada lahirnya Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tahun 1945. Fatwa tersebut menyerukan kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menjadi pemicu perlawanan rakyat hingga peristiwa heroik 10 November di Surabaya.
“Sekarang bangsa kita telah merdeka. Tak lagi terdengar dentuman meriam dan tembakan. Ini semua nikmat agung dari Allah SWT, berkat darah para syuhada dan doa para ulama,” kata Amsakar.
Tahun 2025 juga menjadi momentum istimewa, menandai satu dekade peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan pada 2015. Selama sepuluh tahun terakhir, pesantren terus berperan penting sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
“Dari rahim pesantren lahir tokoh-tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, pemimpin umat, hingga ilmuwan yang kini berkiprah di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut, Amsakar mengajak para santri untuk menjadi pelaku sejarah baru, bukan sekadar penonton perubahan zaman. Santri, ujarnya, harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus sains dan teknologi, serta membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke dunia global.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap pesantren melalui berbagai kebijakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para santri.
“Program tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya santri mendapatkan layanan kesehatan dan gizi gratis secara masif. Ini bukti nyata negara hadir untuk pesantren,” ujar Amsakar.
Menutup amanatnya, Amsakar berpesan agar para santri terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan membawa semangat pesantren ke ruang publik.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi pesantren, peluk inovasi zaman, dan tulislah masa depan Indonesia dengan tangan-tangan santri,” katanya.
Peringatan Hari Santri 2025 di Batam berlangsung khidmat dan penuh makna. Kehadiran ribuan santri, tokoh agama, dan pimpinan daerah menjadi simbol semangat kebersamaan dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : Ratna Irtatik