Buka konten ini

BANJIR besar yang melanda Kota Semarang dan wilayah sekitarnya hingga kemarin belum juga surut. Sejumlah jalan utama masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Upaya pemompaan yang dilakukan untuk menurunkan debit air pun belum membuahkan hasil maksimal.
Luberan air terlihat di berbagai ruas jalan protokol, salah satunya di Jalan Kaligawe yang menjadi jalur Pantura penghubung Kota Semarang dengan Kabupaten Demak.
“Ketinggian genangan bervariasi, paling tinggi sekitar 70 sentimeter di depan RSI Sultan Agung,” ujar Kapolsek Genuk Kompol Rismanto.
Banjir juga merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Genuk dan Gayamsari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang turun selama beberapa hari terakhir memperparah kondisi tersebut.
Tidak hanya di Kota Semarang, banjir akibat hujan deras juga terjadi di sejumlah daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Demak dan Grobogan.
Pelaksana harian (Plh) Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk membantu penanganan banjir di Kota Semarang.
“Beberapa dapur umum dan titik pengungsian sudah disiapkan, meskipun hingga kini belum banyak warga yang mengungsi,” katanya.
Deru Pompa Tak Berhenti
Suara mesin pompa terus menderu dari Rumah Pompa Kali Tenggang sejak Kamis (24/10). Bau lumpur dan air payau tercium kuat di udara. Beberapa petugas Tim Berang-berang berseragam biru dan merah tampak sibuk memantau aliran air serta memastikan pompa berfungsi dengan baik.
“Setiap jam kami cek. Kalau ada tumpukan sampah lang-sung dibersihkan. Sehari bisa enam sampai tujuh baket,” ujar Yoga Ardianto, operator Rumah Pompa Kali Tenggang, kepada Radar Semarang, kemarin.
Hujan deras yang mengguyur Semarang selama dua hari terakhir membuat tim gabungan dari BBWS Pemali Juana, Pusdataru Jateng, Pemkot Semarang, dan BPBD terus berjibaku menangani banjir di kawasan Genuk, RSI Sultan Agung, serta Kaligawe.
Total, ada 25 unit pompa yang beroperasi dengan kapasitas gabungan mencapai 22.820 liter per detik.
“Semua pompa sudah beroperasi di empat titik utama: Rumah Pompa Tenggang, Terboyo, Sringin, dan Waru,” jelas Yoga.
Namun, tidak semua pompa berfungsi optimal karena sebagian tengah dalam masa peremajaan. Pompa lama berbahan bakar solar sedang diganti dengan sistem listrik agar lebih efisien dan ramah lingkungan. “Dengan sistem baru ini, kami harap kapasitas pemompaan akan meningkat,” ujarnya (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO