Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kepercayaan keluarga terhadap seorang guru privat di Tanjungpinang berujung petaka. Seorang siswi berinisial NW, 18, menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan guru privatnya sendiri, IRF, 48, yang seharusnya menjadi panutan dan pembimbing belajar.
Kasus ini bermula ketika keluarga NW mempercayakan pendidikan tambahan anaknya kepada IRF, yang dikenal sebagai teman lama dan sosok yang dipercaya. Setiap sesi belajar, NW rutin datang ke rumah IRF di kawasan Tanjungpinang Timur membawa buku dan lembar latihan. Namun, di balik aktivitas belajar itu, tersimpan niat busuk dari sang guru.
Pelaku memanfaatkan keakraban dan kepercayaan keluarga korban untuk melancarkan aksi bejatnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, perbuatan itu sudah dilakukan sebanyak lima kali sejak awal Oktober 2025.
“Modus pelaku adalah berpura-pura sebagai guru privat dan melakukan bujuk rayu terhadap korban. Aksi ini dilakukan berulang kali di rumahnya sendiri,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, Iptu Onny Chandra, Jumat (24/10).
Menurut Onny, pelaku dan orang tua korban sudah lama saling mengenal. “Pelaku ini merupakan teman dari keluarga korban. Kedekatan itulah yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kepercayaan hingga akhirnya melakukan tindakan tidak senonoh,” jelasnya.
Setelah menerima laporan dari orang tua korban, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan IRF. Kini, pelaku ditahan dan dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasal 6 huruf b, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
“Untuk sementara baru satu korban yang melapor. Namun kami masih mendalami kemungkinan adanya korban lain,” tambah Onny.
Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi NW yang sebelumnya dikenal ceria dan bersemangat belajar. Kini, korban lebih banyak diam dan enggan berinteraksi dengan orang lain.
Keluarga korban berharap pelaku mendapat hukuman setimpal agar kasus serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati mempercayakan pendidikan anak. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO