Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Apartemen di kawasan barat Surabaya makin banyak dihuni ekspatriat. Tren ini tak lepas dari maraknya proyek nasional dan investasi asing yang menggeliat dalam dua tahun terakhir.
Hunian vertikal yang dulu lebih banyak disewa warga lokal kini justru ramai diminati tenaga kerja asing dari perusahaan besar maupun guru dari sekolah internasional.
60 Persen Penyewa dari Ekspatriat
Marketing Communication Verwood Hotel & Residences, Sophie, menyebut ada penyewa banyak dari ekspatriat sekitar 60 persen. Dibanding sebelumnya tahun ini ada peningkatan sekitar 20 persen penyewa ekspatriat.
“Kebanyakan mereka dari perusahaan multinasional dan proyek nasional seperti Freeport. Selain itu, ada juga guru asing yang mengajar di sekolah-sekolah internasional,” ujarnya.
Lokasi Strategis Jadi Pilihan Ekspatriat
Shopie menuturkan, beberapa WNA ada yang sudah melakukan perpanjangan sewa untuk tahun depan. Ada juga ekspatriat yang habis sewanya di tahun depan.
Mereka memilih di tempatnya karena lokasinya dekat dengan tol dan pusat perbelanjaan. Sebab, tidak sedikit mereka yang bekerja di luar Surabaya.
Minimal Sewa Sebulan sampai Setahun
Kondisi serupa juga terjadi di Java Paragon Hotel & Residences. Marcomm Java Paragon, Hafidz Ardiawan, mengungkapkan tingkat hunian atau okupansi apartemen saat ini mencapai 70–75 persen. Dari jumlah itu, sekitar 30–40 persen dihuni warga asing.
“Sebagian besar penyewa berasal dari kalangan korporat. Mereka long stay, minimal sebulan dan bisa sampai dua tahun,” kata Hafidz. Dia menambahkan, peningkatan okupansi sudah terasa sejak dua tahun terakhir seiring proyek nasional dan kembalinya aktivitas bisnis pascapandemi.
Permintaan Khusus dari Tamu Asing
Meski fasilitas yang ditawarkan sama, beberapa penyewa asing kerap meminta layanan tambahan. Misalnya sarapan lebih pagi karena jadwal kerja mereka dimulai sebelum pukul 05.00.
“Kami pernah siapkan breakfast mulai pukul setengah empat pagi untuk tamu dari Freeport,” ungkap Hafidz. Menu yang disajikan pun bervariasi, dari hidangan western hingga lokal seperti rawon dan nasi bebek.
Hunian Strategis Jadi Daya Tarik
Sementara itu, owner U-nit Property, Lien, mengatakan, apartemen di kawasan atas mal dengan luas minimal 85 meter persegi tetap menjadi pilihan favorit ekspatriat.
“Komposisinya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, belum ada lonjakan signifikan. Tapi, unit-unit besar dengan akses strategis paling diminati,” ujarnya.
Hunian semacam ini banyak tersebar di sekitar Jalan Mayjen Sungkono, HR Muhammad, dan Lontar.
Efek Domino Proyek Nasional
Kawasan barat kota memang kian strategis. Selain dekat tol, keberadaan proyek infrastruktur dan kawasan industri baru turut mengerek kebutuhan hunian ekspatriat.
Sophie menyebut, permintaan apartemen long stay biasanya meningkat saat ada proyek besar atau pembukaan sekolah internasional baru. “Bisa dibilang efek domino dari ekspansi investasi dan pendidikan,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY