Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pelarian dua buronan Polres Dumai berakhir di Kepulauan Anambas. Steven dan Victor, tersangka kasus penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah, akhirnya ditangkap setelah beberapa minggu bersembunyi di hutan wilayah Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan.
Keduanya diketahui kabur dari Kota Dumai sejak September lalu. Dalam pelariannya, mereka menyeberang ke Pulau Siantan untuk menghindari kejaran polisi. “Tujuan terakhir mereka sebenarnya Pontianak. Tapi setelah pamannya tertangkap di Dumai, dua orang ini melarikan diri,” ujar anggota Tim Jatanras Polres Dumai, Yudhi, Jumat (24/10).
Penangkapan keduanya tidak berlangsung mudah. Tim gabungan dari Polres Dumai dan Polres Anambas sempat kehilangan jejak karena para pelaku berpindah-pindah lokasi di dalam hutan. “Kami kejar sampai ke dalam hutan, tapi tidak ketemu. Pergerakan pelaku cukup gesit dan sulit dideteksi,” jelas Yudhi.
Setelah sempat lolos dari pengejaran pertama, keberadaan mereka akhirnya terendus berkat laporan warga yang melihat dua orang tak dikenal keluar dari arah hutan pada malam hari. “Pelaku berhasil diamankan saat hendak membeli makanan di warung milik warga bernama Heri, di Dusun Rintis, Desa Tarempa Selatan, Selasa (21/10) malam,” katanya.
Saat ditangkap, Steven dan Victor tampak kelelahan dan kelaparan setelah seharian bersembunyi tanpa makan. “Mereka keluar karena lapar. Sudah tidak kuat lagi bertahan di dalam hutan,” tambah Yudhi.
Usai diamankan, kedua pelaku dibawa ke Polres Anambas untuk pemeriksaan awal. Dua hari kemudian, Kamis (23/10), mereka diberangkatkan ke Pekanbaru melalui jalur laut menuju Letung, lalu dilanjutkan dengan penerbangan ke Riau.
Penangkapan ini sempat menghebohkan warga Desa Tarempa Selatan. Banyak yang tidak menyangka dua pelaku kejahatan dari luar daerah bersembunyi di wilayah mereka. “Tidak sangka orang dari Riau sembunyi di sini. Sekarang jadi waswas, keamanan di kampung ini harus diperketat,” kata Prengky, salah satu warga setempat.
Beberapa warga mengaku sempat melihat aktivitas mencurigakan di sekitar hutan, namun tak menyangka bahwa itu adalah tempat persembunyian buronan. Setelah penangkapan dilakukan, mereka merasa lega, tetapi juga berharap aparat lebih memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pendatang baru yang tidak memiliki identitas jelas atau tempat tinggal tetap.
“Kami minta warga tidak lengah. Jika menemukan orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan, segera lapor ke aparat. Keamanan daerah ini bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga masyarakat,” tegasnya.
Bambang menambahkan, wilayah perbatasan seperti Anambas memang rawan dijadikan tempat pelarian pelaku kejahatan karena lokasinya yang jauh dari kota besar. Karena itu, kata dia, sinergi antara warga dan aparat sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kerja sama dan kepekaan masyarakat adalah kunci utama. Kalau warga cepat melapor, pelaku kejahatan tidak akan punya ruang bersembunyi di Anambas,” tutup Bambang. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO