Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Timur, tepatnya di sekitar bundaran Kilometer (Km) 16, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, diminta ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan di kawasan tersebut rusak parah dan sebagian badan jalan tertutup longsoran tanah dari tebing di pinggir jalan.
Kerusakan yang telah berlangsung lama itu semakin dikeluhkan warga karena tak kunjung diperbaiki. Salah seorang pengendara, Dollah, 38, mengaku prihatin dengan kondisi jalan utama penghubung Toapaya–Kijang tersebut.
“Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak. Kami harus hati-hati sekali saat melintas karena khawatir terjadi kecelakaan,” ujar Dollah, Jumat (24/10).
Menurutnya, selain mengganggu kenyamanan, kondisi jalan yang berlubang dan licin akibat longsoran tanah juga membahayakan pengendara, terutama saat malam hari atau ketika hujan. Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaikinya.
“Kami cuma ingin jalan ini diperbaiki supaya aman dilewati. Ini jalur utama warga,” katanya.
Sementara itu, Kasi Reservasi Jalan Dinas PUPRP Kepri, Suji, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bintan karena ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, perbaikan masih tertunda akibat keterbatasan anggaran.
“Kami sudah koordinasi, hanya saja kondisi keuangan daerah masih efisiensi,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Bintan, Wan Affandi, menambahkan bahwa kerusakan jalan di sekitar bundaran Km 16 sudah lama diusulkan untuk diperbaiki melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun anggaran 2023 dan 2024.
Namun, usulan itu batal direalisasikan karena terkendala anggaran dari pemerintah pusat.
“Pembangunan jalan itu dibatalkan pusat tahun 2024 karena masalah anggaran,” jelasnya.
Affandi memastikan, Pemkab Bintan akan kembali mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke pemerintah pusat agar dapat ditangani secara menyeluruh. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO