Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) — Kondisi Jalan Duyung di kawasan Batuampar, Kota Batam, kian memprihatinkan. Sepanjang ruas jalan yang menjadi salah satu akses utama kawasan industri itu tampak rusak berat, berlubang, bergelombang, dan dipenuhi debu tebal. Setiap kali kendaraan melintas, terutama truk kontainer dan kendaraan proyek, debu beterbangan hingga mengganggu pandangan pengendara.
Pantauan di lapangan, lalu lintas di jalan tersebut nyaris tak pernah sepi. Deretan kendaraan berat yang melintas setiap hari membuat permukaan aspal cepat rusak.
Lubang-lubang besar tampak di berbagai titik, sementara saat hujan turun, genangan air dan lumpur menutupi sebagian badan jalan akibat sistem drainase yang tidak berfungsi baik.
“Kalau hujan becek, kalau panas berdebu. Mau lewat pun jadi was-was,” keluh Taufik, salah seorang pengguna jalan, Kamis (23/10). Ia berharap Pemerintah Kota Batam segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah lama dikeluhkan warga itu.
Hal senada disampaikan Siska, pengendara motor lainnya. Ia menilai perlu ada pengaturan lalu lintas kendaraan berat di jalur tersebut. “Kalau bisa ada jalur khusus atau jam tertentu untuk kendaraan besar. Jalan ini sudah padat, belum lagi kalau truk-truk besar lewat, makin parah rusaknya,” ujarnya.
Selain rusak, jalan dua jalur itu juga dinilai terlalu sempit untuk menampung volume kendaraan tinggi. Pengendara sering kali harus saling menunggu di titik sempit agar bisa melintas. “Kalau ada truk gandeng lewat, kendaraan kecil langsung tersisih ke pinggir.
Bahaya sekali kalau malam, apalagi minim penerangan,” tambah Taufik.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Suhar, mengatakan perbaikan jalan sudah dalam tahap persiapan pelaksanaan.
“Saat ini sedang dalam tahap persiapan pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan dan sistem drainase di Jalan Duyung,” ujarnya.
Terkait lalu lintas kendaraan berat, Suhar menjelaskan tidak ada aturan pembatasan di jalan-jalan kota Batam. “Semua jalan di Batam bisa dilalui kendaraan apa pun. Tidak ada aturan pemisahan untuk kendaraan berat,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memastikan proyek perbaikan dan pelebaran Jalan Duyung segera direalisasikan melalui APBD Perubahan Tahun 2025.
“Dari Polsek Baru Ampar di Jalan Lumba-Lumba hingga DC Mall di Jalan Duyung, kita lakukan overlay (pengaspalan ulang) dan pelebaran. Jalan yang semula dua jalur akan kita jadikan tiga jalur,” ujar Amsakar, Selasa (21/10).
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pelebaran jalan, tetapi juga menyasar perbaikan sistem drainase yang kerap tersumbat. Dengan perbaikan itu, aliran air hujan diharapkan dapat mengalir lebih lancar sehingga kawasan tidak lagi tergenang saat hujan deras.
Selain peningkatan jalan dan drainase, Pemko Batam juga menaruh perhatian terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“Kita benahi juga sampah-sampah di tepi jalan, khususnya di kawasan Tanjung Uma agar semakin bersih dan rapi. Sekaligus kita rapikan area parkir kontainer di tepi Jalan Batuampar supaya tidak ada lagi pasir atau tanah berserakan yang menyebabkan debu,” jelas Amsakar. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK