Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kemacetan di kawasan Simpang Basecamp, Batuaji, masih menjadi keluhan warga. Setiap pagi dan sore, arus kendaraan di persimpangan itu kerap padat karena tidak adanya lampu pengatur lalu lintas.
Kondisi tersebut paling dirasakan oleh para orang tua yang setiap hari antar-jemput anak ke sekolah. Mereka harus menghadapi antrean panjang kendaraan yang kerap menumpuk di sekitar bundaran.
“Karena tak ada lampu lalu lintas, semua kendaraan rebutan masuk. Kadang sampai saling serobot,” keluh Yanti, salah satu warga yang setiap pagi melewati kawasan itu, Selasa (21/10).
Selain memperlambat perjalanan, situasi ini juga menimbulkan risiko kecelakaan. Banyak kendaraan yang tak sabar menunggu giliran, bahkan memotong jalur pengendara lain tanpa memperhatikan keselamatan pejalan kaki.
“Bahaya bukan cuma untuk pengendara, tapi juga anak-anak yang jalan kaki ke sekolah,” tambah Yanti.
Menanggapi hal itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Edward Purba, menjelaskan bahwa di area bundaran memang tidak dipasang rambu lalu lintas.
“Di bundaran itu tidak ada rambu. Prinsipnya, kendaraan yang sudah berada di dalam bundaran memiliki prioritas jalan,” ujar Edward.
Ia menekankan, kelancaran lalu lintas di area bundaran sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan pengendara.
“Intinya, kesadaran pengendaranya. Pengendara yang mau masuk ke bundaran seharusnya mengalah dan memberi jalan lebih dulu bagi yang sudah berada di dalam,” tegasnya.
Menurut Edward, penerapan etika berlalu lintas di bundaran menjadi kunci untuk mencegah kemacetan tanpa harus menambah rambu atau lampu pengatur lalu lintas.
“Kalau semua tertib dan sadar aturan, arus lalu lintas pasti lebih lancar,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK