Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, tengah dalam grafik menanjak. Mengawali karir sebagai petenis pro tahun 2022 dengan menempati rangking 966 dunia, perjalanan rangking Janice meningkat tajam hingga tembus 80 besar dunia (tunggal) dan peringkat 154 sektor ganda per 20 Oktober 2025.
Statistik Janice dalam 2024-2025 mengagumkan. Selain menjuarai tunggal dan ganda WTA 125, Janice telah mengoleksi sejumlah gelar ITF. Yaitu 13 gelar ITF dan tiga runner-up di sektor tunggal. Lalu, enam gelar juara dan lima runner-up ITF di sektor ganda.
Selain itu, secara rekor menang-kalahnya juga tergolong bagus. Di tunggal, statistiknya: 121 kali menang dan 23 kali kalah atau 84.03 persen kemenangan dari 144 pertandingan. Sedangkan, di sektor ganda, 58 kali menang dan 24 kali kalah atau 70.73 persen kemenangan dari 82 pertandingan.
Ketua Umum Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Nurdin Halid, menuturkan dengan prestasi tersebut, jalan menuju Olimpiade 2028 pun terbuka. “Saya menaruh apresiasi yang tinggi atas pencapaian luar biasa Janice Tjen sepanjang tahun 2025. Dengan mengoleksi 870 poin dari 23 turnamen internasional yang diikutinya,” ujar Nurdin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/10).
Menurut politisi senior Partai Golkar itu, Janice Tjen adalah aset berharga tenis Indonesia bersama Priska Nugroho dan bintang tenis senior Aldila Sutjiadi. Ketiganya kini menjadi trio ujung tombak Indonesia untuk mencetak sejarah: lolos ke pesta olahraga dunia Olimpiade setelah era Yayuk Basuki tahun 1988-2000.
Dia menilai saat ini Janice berpeluang naik ke peringkat 54 dunia untuk bisa merebut satu tiket tunggal putri Olimpiade. “Kami berharap, duet Aldila Sutjiadi/Janice Tjen bisa meraih tiket ganda putri,” katanya.
Untuk diketahui, peringkat ganda Aldila saat ini sudah berada di posisi 45 dunia. Gabungan peringkat ganda Aldila dan Janice nantinya berpeluang menembus 50 dunia untuk bisa berlaga di Olimpiade. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG