Buka konten ini

MUNCHEN (BP) – Vincent Kompany terlahir, besar, dan berkembang di RSC Anderlecht. Selain sebagai pemain (dua periode, 2003–2006 dan 2019–2020), Vinnie –sapaan akrabnya – melatih klub yang biasa disebut RSCA tersebut pada 2019 lalu 2020–2022. Di Belgia, RSCA terlibat rivalitas dengan Club Brugge. Pertemuan kedua klub biasanya disebut dengan: The Topper.
Pada musim terakhir membesut RSCA di Jupiler Pro League, Vinnie, jadi sasaran hujatan rasis fans Brugge. Momen yang ingin dibalas Vinnie bersama Bayern Munchen saat menghadapi Brugge dalam matchday ketiga fase League Liga Champions di Allianz Arena, Munchen, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports Max/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Bukan membalas dengan rasis, melainkan dengan kemenangan besar. Seperti diungkapkan pandit Belgia Marc Degryse di Het Laatste Nieuws. “Rasanya Vinnie menginginkan kemenangan 5-0,” klaim Degryse.
Kans itu terbuka karena Bayern masih dalam laju sempurna. Die Roten menang 11 kali dari 11 laga. Sementara Blau-Zwart – julukan Brugge – menelan sekali kekalahan dari dua matchday. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG